Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. IHSG naik 1,93% atau 136 poin ke level 7.184, setelah bergerak di zona hijau sepanjang hari.
Penguatan pasar ditopang kenaikan mayoritas saham. Tercatat 475 saham menguat, 209 saham melemah, dan 135 saham tidak bergerak. Dari sisi sektoral, sektor industrial mencatat kenaikan paling kuat sebesar 6,11%, sementara sektor kesehatan menjadi yang tertekan terdalam dengan penurunan 0,20%.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG sejalan dengan bursa saham Asia. Selain itu, pasar merespons positif laporan bahwa Jakarta telah mengamankan cadangan beras sebesar 4,3 juta ton.
Menurut Pilarmas, bursa Asia juga menguat seiring harapan meredanya konflik di Timur Tengah. Iran disebut memberi sinyal positif dengan tuntutan jaminan keamanan.
Di dalam negeri, upaya pengamanan cadangan beras dipandang sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan akibat El Nino. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Maret 2026 sebesar 3,48% secara tahunan, melambat dibanding Februari 2026 yang tercatat 4,7%.
Pilarmas menyebut inflasi Maret menjadi level terendah sejak Desember 2025 dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3,6%. Namun, realisasi inflasi masih berada dalam kisaran target bank sentral 1,5–3,5%.
Dari sisi eksternal, surplus perdagangan Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar USD1,28 miliar. Angka ini turun tajam dibanding Februari 2025 yang mencapai USD3,09 miliar, serta berada di bawah ekspektasi pasar sebesar USD1,55 miliar.
Aktivitas perdagangan saham pada hari ini mencatat volume 31,54 miliar lembar dengan frekuensi 2,01 juta transaksi. Total nilai transaksi mencapai Rp16,47 triliun, sementara kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp12.675,50 triliun.
Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat, dengan penguatan didominasi saham BUMI, NCKL, INCO, BRPT, dan MDKA.