BERITA TERKINI
BEI: Enam Perusahaan Beraset Besar Masuk Antrean IPO, Total Tujuh Emiten dalam Pipeline

BEI: Enam Perusahaan Beraset Besar Masuk Antrean IPO, Total Tujuh Emiten dalam Pipeline

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan terdapat enam perusahaan beraset skala besar yang berada dalam pipeline atau antrean untuk melangsungkan initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Selain itu, terdapat satu perusahaan beraset skala menengah dalam antrean IPO, sehingga total ada tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga saat ini terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

BEI menjelaskan, kriteria perusahaan beraset skala besar adalah memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sementara itu, perusahaan beraset skala menengah memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor, Nyoman merinci tujuh perusahaan dalam antrean IPO tersebut terdiri atas tiga perusahaan sektor keuangan dan satu perusahaan sektor transportasi dan logistik. Selain itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer, energi, dan kesehatan.

Sepanjang tahun ini hingga 6 Maret 2026, BEI melaporkan belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia per 6 Maret 2026 mencapai 956 perusahaan, atau masih sama seperti posisi akhir 2025.

Di sisi lain, hingga 6 Maret 2026 BEI mencatat penerbitan 37 emisi dari 26 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp41,41 triliun. Pada periode yang sama, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline.

Untuk aksi rights issue, BEI mencatat tiga perusahaan telah melaksanakan rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun hingga 6 Maret 2026. Sementara itu, terdapat satu perusahaan sektor properti yang berada dalam antrean untuk melangsungkan rights issue.