PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah fitur syariah pada aplikasi IDX Mobile, Senin (9/3/2026). Pengembangan ini ditujukan untuk memudahkan investor pasar modal syariah—khususnya saham syariah—dalam mengakses keterbukaan informasi, seiring bertambahnya jumlah investor ritel.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan fitur syariah tersebut diluncurkan dalam rangkaian peringatan 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia. “Hari ini dalam rangkaian 15 tahun bangkitnya pasar modal syariah Indonesia, kami akan menggabungkan kedua hal ini, yaitu kami akan menunjukkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile,” ujar Jeffrey di Jakarta.
Menurut BEI, saat ini terdapat 672 saham atau sekitar 70% dari total 956 saham yang tercatat di BEI dan masuk kategori saham syariah. Dari sisi kapitalisasi pasar, saham syariah disebut mewakili 56% dari total kapitalisasi pasar.
Fitur syariah yang disematkan di IDX Mobile mencakup sejumlah kanal informasi, antara lain Sharia Equity Market, Sukuk Market, Sharia Virtual Trading, Sharia Education Portal, serta Fatwa & Regulation.
Jumlah pengguna aplikasi IDX Mobile tercatat mencapai 510 ribu sejak diluncurkan pada Juli 2023. Jeffrey berharap penambahan fitur ini dapat memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin mempelajari pasar modal syariah Indonesia.
Jeffrey juga menyampaikan bahwa pasar modal syariah berkontribusi terhadap pertumbuhan jumlah investor dan nilai kapitalisasi pasar. Dalam kurun hingga lima tahun, jumlah investor pasar modal syariah disebut menembus sekitar 220 ribu investor, meningkat dibanding sebelumnya sekitar 85 ribu investor.
BEI sebelumnya menargetkan penambahan sekitar 50 ribu investor pasar modal syariah pada 2026. Target tersebut meningkat setelah capaian penambahan investor pada 2025 mencapai 43.135, dengan nilai transaksi Rp11,2 triliun. Pada tahun sebelumnya, BEI menargetkan penambahan sekitar 13.500 investor pasar modal syariah.
Per Desember 2025, BEI mencatat nilai transaksi investor pasar modal syariah mencapai Rp11,2 triliun, dengan volume 30,6 juta saham dan frekuensi transaksi 2,7 juta kali. Pada periode yang sama, jumlah investor pasar modal syariah tercatat 217.157 orang, dengan investor aktif 43.135 orang, sehingga rasio investor saham syariah aktif mencapai 19,9%.
Pertumbuhan investor syariah disebut sebesar 28,2% secara year to date, dengan porsi investor saham syariah mencapai 2,5% dari total investor saham yang tercatat sebanyak 8.604.177.
Di pasar, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada hari yang sama ditutup melemah 3,65% ke level 257,3. Pelemahan ini juga diiringi koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,27% ke level 7.337,4 poin.

