BERITA TERKINI
Bontang Berzakat 2026 Digelar di Pendopo, Pemkot hingga Dunia Usaha Serentak Tunaikan Zakat

Bontang Berzakat 2026 Digelar di Pendopo, Pemkot hingga Dunia Usaha Serentak Tunaikan Zakat

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menggelar kegiatan Bontang Berzakat 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (11/3/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA itu mengusung tema nasional “Zakat Menguatkan Indonesia” dan menjadi momentum penguatan kesadaran berzakat sekaligus optimalisasi pengumpulan serta penyaluran zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Acara dihadiri sejumlah pimpinan daerah dan unsur masyarakat. Di antaranya Ketua Komite I DPD RI Dapil Kalimantan Timur Dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Penjabat Sekretaris Daerah Drs. Akhmad Suharto, M.Si, Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, S.Sos., M.S, Wakapolres Bontang Kompol Ropiyani, S.H, perwakilan Kejaksaan Negeri Bontang Kasi Intel A. Vickariaz Tabrian, S.H., M.H, para kepala organisasi perangkat daerah, Ketua MUI H. Misbahul Munir, M.Pd, Ketua BAZNAS Kota Bontang H. Kuba Siga, Lc., M.A, serta perwakilan manajemen perusahaan, perbankan, BUMN/BUMD. Jumlah undangan diperkirakan sekitar 150 orang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Kota Bontang, dan Mars BAZNAS, dilanjutkan doa serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Dalam laporannya, Ketua BAZNAS Kota Bontang H. Kuba Siga menyampaikan komitmen pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Ia menyebutkan, tahun ini BAZNAS Bontang berhasil menghimpun zakat hingga Rp8 miliar. Pada bulan Ramadan, sekitar Rp2 miliar akan disalurkan dalam bentuk santunan maupun paket Ramadan. BAZNAS juga menargetkan peningkatan partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, termasuk mendorong perusahaan menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menekankan bahwa dana zakat tidak hanya disalurkan secara konsumtif, tetapi juga melalui program pemberdayaan. Program tersebut mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, modal usaha UMKM, serta program sosial lain yang dinilai langsung menyentuh masyarakat. Ia mengajak seluruh ASN, pengusaha, pimpinan BUMD, dan warga Bontang untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya lebih luas dan tepat sasaran.

Dalam kegiatan itu, panitia juga menyerahkan Zakat Award 2026 kepada sejumlah instansi aktif, di antaranya RSUD Taman Husada, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Sekretariat Daerah. Selain itu, Infak Award diserahkan kepada SDN 009 Bontang Selatan.

Acara turut diisi penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja rentan, yakni Yoyok Agus Susanto, Abd Rahman Said, dan Iwan Wahyudi, masing-masing senilai Rp42 juta. Panitia juga melakukan penyerahan simbolis paket Ramadan kepada lansia di tiap kelurahan, petugas P3K paruh waktu, petugas kebersihan serta keamanan di lingkungan Pemkot, mubalig, imam dan marbot masjid, muallaf, serta pasukan kuning dan pasukan hijau.

Pelaksanaan Bontang Berzakat mencakup penerimaan zakat dari berbagai sumber, meliputi zakat jasa profesi; emas, perak, dan uang; perdagangan, perusahaan, dan pertambangan; hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan; hasil peternakan; zakat fitrah; fidyah; serta infak.

Kegiatan ditutup dengan pembayaran zakat oleh Wali Kota Bontang yang diterima langsung petugas amil sebagai simbol dimulainya gerakan bersama.