Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 mencapai 5,12% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini lebih tinggi dari sejumlah proyeksi ekonom yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan tidak menembus 5% di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
BPS juga mencatat, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,04%. Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2025 tercatat sebesar Rp 5.947 triliun.
Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad mengatakan dirinya cukup terkejut dengan capaian tersebut. Ia menyebut sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II berada di bawah 5%, bahkan sekitar 4,8% hingga 4,9%, dengan kisaran proyeksi 4,7% sampai 5,0%.
Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira. Ia memperkirakan pertumbuhan kuartal II-2025 berada di kisaran 4,5% hingga 4,7% YoY, mengacu pada pertumbuhan kuartal I-2025 sebesar 4,87%. Menurutnya, tidak adanya pendorong musiman setelah Lebaran serta daya beli yang lesu menjadi faktor yang menahan laju ekonomi.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal juga sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan kuartal II-2025 di kisaran 4,7% hingga 4,8% YoY. Ia menyoroti melemahnya konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penyebab.
Faisal turut menyinggung adanya stimulus pemerintah pada Juni–Juli untuk mendorong daya beli, namun ia menilai dampaknya belum cukup kuat terhadap pertumbuhan. Ia juga menilai kontribusi net ekspor mengecil seiring surplus neraca perdagangan yang terus menyusut selama kuartal II. Selain itu, ia memperkirakan belanja pemerintah masih mengalami kontraksi, setelah pada kuartal I tercatat minus dan pada kuartal II diprediksi minus 1%.
Di sisi lain, Bank Dunia sebelumnya mengingatkan perekonomian Indonesia berisiko terdampak gejolak global, baik ekonomi maupun politik. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2025.
Dalam laporan itu, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,7% pada 2025 dan 4,8% pada 2026. Carolyn menyatakan, meski ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan dalam situasi yang rentan, Bank Dunia melihat pertumbuhan PDB berada di bawah 5%, dengan konsumsi pemerintah dan investasi yang menurun pada tahun ini. Ia juga menilai gejolak global dapat menghambat penciptaan lapangan kerja serta upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem.

