Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mencatat struktur ekonomi Tarakan pada 2025 semakin didominasi sektor tersier. Kepala BPS Tarakan Umar Riyadi menyampaikan, sektor yang mencakup jasa, perdagangan, hingga transportasi tersebut menyumbang 60,94 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota.
Secara tahunan, ekonomi Tarakan pada 2025 tumbuh 5,02 persen. Umar menyebut sektor tersier menjadi penopang utama dengan laju pertumbuhan tertinggi, yakni 7,38 persen. Sementara itu, sektor sekunder dan primer berada di urutan berikutnya dengan kontribusi masing-masing 25,68 persen dan 13,58 persen.
Dari sisi nominal, nilai ekonomi Tarakan tercatat sebesar Rp 59,83 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp 28,47 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Dalam konteks wilayah Kalimantan Utara, Tarakan disebut memiliki kontribusi spasial sebesar 37,68 persen terhadap perekonomian provinsi.
Jika dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,81 persen sepanjang 2025, yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Namun, investasi melalui pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tercatat terkontraksi 1,56 persen, menandakan adanya tantangan pada penambahan modal tetap.
Pada perbandingan antar kuartal, ekonomi Tarakan pada Triwulan IV-2025 tumbuh 3,37 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi akhir pemerintah yang meningkat 31,74 persen pada penghujung tahun.
Dari sisi produksi pada triwulan terakhir tersebut, sektor sekunder—seperti industri pengolahan dan konstruksi—mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,89 persen. Sebaliknya, sektor primer yang mencakup pertambangan dan pertanian mengalami kontraksi tipis 0,04 persen.
Data BPS itu menunjukkan peran sektor jasa dan perdagangan semakin kuat dalam perekonomian Tarakan, seiring dominasi sektor tersier yang terus menguat sepanjang 2025.

