PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meraih tiga penghargaan Dealer Utama Kinerja Terbaik Tahun 2025 dari Kementerian Keuangan. Penghargaan ini dinilai mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus pembiayaan APBN secara berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diterima Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, di Kementerian Keuangan pada Rabu (1/4/2026). Adapun tiga predikat yang diraih BRI yaitu Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN) dengan Kinerja Terbaik 2025, Dealer Utama SUN dengan Kinerja Terbaik di Pasar Perdana 2025, serta Dealer Utama SUN dengan Kinerja Terbaik di Pasar Sekunder 2025.
Pengakuan ini menjadi refleksi peran aktif BRI sebagai salah satu Dealer Utama yang menjadi mitra strategis Kementerian Keuangan dalam mendukung penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Peran tersebut dijalankan melalui partisipasi di pasar perdana sekaligus kontribusi menjaga likuiditas perdagangan di pasar sekunder.
Farida menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi BRI menjalankan peran intermediasi di pasar surat berharga negara. Di tengah dinamika pasar keuangan sepanjang 2025 yang ditandai pergerakan yield dan volatilitas global, pencapaian ini disebut mencerminkan peran aktif BRI dalam mendukung efektivitas penerbitan SBN, baik melalui partisipasi di pasar primer maupun menjaga likuiditas serta aktivitas perdagangan yang sehat di pasar sekunder.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kapabilitas Treasury, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pasar keuangan Indonesia,” ujar Farida dalam keterangan pada Kamis (2/4/2026).
BRI menyebut perannya sebagai Dealer Utama tidak hanya mencakup partisipasi dalam lelang SBN, tetapi juga kontribusi dalam mendukung pembiayaan negara, menjaga likuiditas pasar, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar SBN domestik. Untuk itu, BRI terus memperkuat kapabilitas Treasury agar tetap konsisten dalam lelang SBN, mendorong pembentukan harga yang sehat, serta menjaga aktivitas transaksi di pasar sekunder.
BRI juga mencatat volume transaksi surat berharga sepanjang 2025 meningkat 24,40 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Ke depan, perseroan menyatakan akan melanjutkan penguatan bisnis Treasury, penerapan tata kelola yang prudent, serta disiplin manajemen risiko. Langkah tersebut dikaitkan dengan komitmen untuk mendukung pengembangan pasar SBN yang lebih dalam, efisien, dan berdaya tahan, sekaligus memperkuat kontribusi BRI dalam agenda pembiayaan pembangunan nasional.