BERITA TERKINI
Bursa Asia Diproyeksi Menguat Mengikuti Reli Wall Street, Harapan Perang Iran Segera Berakhir

Bursa Asia Diproyeksi Menguat Mengikuti Reli Wall Street, Harapan Perang Iran Segera Berakhir

Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada perdagangan Rabu (1/4), mengikuti reli kuat di Wall Street. Sentimen pasar membaik seiring meningkatnya harapan bahwa perang yang mengguncang pasar global dan mengganggu pasokan energi berpotensi segera berakhir.

Kontrak berjangka (futures) menunjukkan bursa Sydney, Tokyo, dan Hong Kong akan dibuka naik setidaknya 1%. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 melonjak 2,9% pada Selasa (31/3), menjadi kenaikan harian terbesar sejak Mei. Indeks saham perusahaan China yang tercatat di bursa AS juga membukukan kenaikan tertinggi dalam hampir dua bulan.

Di pasar komoditas, harga minyak terpantau stabil pada Rabu pagi setelah Donald Trump menyatakan rencana Amerika Serikat untuk meninggalkan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Trump juga mengatakan akan menyerahkan urusan pembukaan kembali Selat Hormuz kepada negara-negara lain.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$102 per barel, setelah sempat turun 1,5% pada perdagangan Selasa.

Sementara itu dari Teheran, kantor berita negara Iran melaporkan adanya pembicaraan telepon antara Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa dan Presiden Masoud Pezeshkian. Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian menyatakan Republik Islam Iran memiliki “kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri perang ini,” dengan syarat adanya jaminan “untuk mencegah terulangnya agresi.”