BERITA TERKINI
Bursa Vietnam 9 Maret: Indeks anjlok, ratusan saham menyentuh batas bawah meski likuiditas meningkat

Bursa Vietnam 9 Maret: Indeks anjlok, ratusan saham menyentuh batas bawah meski likuiditas meningkat

Pasar saham Vietnam pada 9 Maret ditutup melemah tajam di seluruh bursa, di tengah kenaikan likuiditas dibandingkan sesi sebelumnya. Total volume perdagangan di tiga bursa tercatat lebih dari 1,633 miliar saham dengan nilai transaksi melampaui 46.001 miliar VND.

Di Bursa Efek Kota Ho Chi Minh (HoSE), VN-Index turun 115,05 poin (-6,51%) ke level 1.652,79 poin. Nilai transaksi di HoSE meningkat menjadi lebih dari 38.248 miliar VND, dengan total nilai transaksi sesi ini di HoSE sebesar 41.029,92 miliar VND dari volume lebih dari 1.380,75 juta unit. Secara keseluruhan, terdapat 11 saham naik, 10 tidak berubah, dan 366 turun, termasuk 233 saham yang turun hingga batas bawah.

Indeks VN30 juga melemah 123,48 poin (-6,48%) menjadi 1.780,71 poin. Seluruh 30 saham anggota VN30 ditutup turun, tanpa ada saham yang naik maupun bertahan di harga referensi. Volume transaksi VN30 mencapai lebih dari 794,71 juta unit dengan nilai lebih dari 26.596,37 miliar VND.

Di Bursa Efek Hanoi (HNX), HNX-Index ditutup di 235,36 poin, turun 18,28 poin (-7,21%). Volume perdagangan mencapai lebih dari 140,55 juta saham dengan nilai transaksi lebih dari 3.082,83 miliar VND. Tercatat 22 saham naik, 20 tidak berubah, dan 185 turun, dengan 74 saham menyentuh harga terendah. HNX30 turun 46,05 poin (-8,25%) ke 512,4 poin; seluruh 30 saham HNX30 ditutup turun.

Sementara itu di pasar UPCoM, UPCoM-Index turun 7,5 poin (-5,91%) menjadi 119,35 poin. Likuiditas mencapai lebih dari 115,18 juta saham, dengan nilai transaksi lebih dari 1.969,33 miliar VND. Di pasar ini, 28 saham naik, 51 tidak berubah, dan 261 turun, termasuk 32 saham mencapai batas bawah.

Secara agregat, indeks VNXALL ditutup turun 185,01 poin (-6,52%) ke 2.654,55 poin. Volume perdagangan melebihi 1.471,78 juta unit dengan nilai lebih dari 42.262,47 miliar VND. Di seluruh pasar, 19 saham naik, 16 tidak berubah, dan 456 saham turun.

Dari sisi aktivitas investor asing, arus dana tercatat masih didominasi penjualan bersih di ketiga bursa dengan total lebih dari 276 miliar VND. Penjualan bersih terbesar berfokus pada VHM (176,29 miliar VND), FPT (161,43 miliar VND), STB (160,61 miliar VND), PLX (117,3 miliar VND), dan HPG (84,05 miliar VND). Di sisi lain, pembelian bersih menonjol terjadi pada MWG (138,69 miliar VND), VNM (120,33 miliar VND), SHS (106,9 miliar VND), BSR (101,65 miliar VND), serta GAS (70,15 miliar VND).

Pergerakan indeks di HoSE menunjukkan tekanan kuat dari saham-saham berkapitalisasi besar. Sejumlah saham tercatat memberi dampak negatif terhadap VN-Index dengan kontribusi penurunan total 56,16 poin, antara lain VIC, VCB, VHM, BID, CTG, GAS, TCB, MBB, VPB, dan HPG. Sementara itu, saham yang berkontribusi positif terhadap indeks (menaikkan total 0,07 poin) antara lain HRC, DCL, TNC, PNC, SFC, PJT, TVT, SVD, FUEFCV50, dan DXV.

Dari sisi sektoral, mayoritas kelompok saham berada di zona merah. Sektor perangkat lunak turun 6,95%, terutama dipengaruhi pelemahan FPT, CMG, ELC, HPT, dan CMT, meski terdapat saham yang menguat seperti ITD dan SBD. Sektor sekuritas turun 6,98% dengan tekanan pada TCX, SSI, VCK, VPX, VCI, VND, VIX, HCM, MBS, SHS, FUEVFVND, FTS, dan BSI, sementara FUEFCV50 termasuk yang menguat.

Kelompok perbankan turun 6,72% dengan pelemahan pada VCB, BID, CTG, TCB, MBB, VPB, HDB, LPB, STB, ACB, SHB, dan VIB. Sektor properti turun 6,82% dipimpin penurunan VIC, VHM, KSF, BCM, VRE, KBC, KDH, NVL, CRV, VPI, IDC, DXG, dan PDR, sementara VES tercatat menguat.

Sektor energi turun 4,91% seiring turunnya BSR, PLX, PVS, PVD, OIL, PVT, PVP, MVB, PVC, ALC, VTO, dan GSP, sementara saham seperti TVD, PJT, MDC, dan SFC menguat. Sektor material turun 6,81% dengan tekanan pada HPG, GVR, MSR, KSV, GEL, DGC, DCM, DPM, NTP, HSG, PHR, VCS, dan HT1; sejumlah saham yang naik antara lain DHB, HRC, TNC, VHL, HAD, GMX, MEL, BT1, NSH, GTA, dan PMP.

Sektor asuransi juga melemah 6,92% dipengaruhi BVH, PVI, BIC, VNR, MIG, BMI, PRE, ABI, AIC, dan BLI. Sementara sektor ritel turun 6,11% dengan penurunan pada MWG, PNJ, FRT, HUT, DGW, HHS, PET, VVS, SVC, CTF, C69, dan PEG, meski beberapa saham naik seperti TLP, HAM, PNC, PTV, VCM, KHX, dan LPT.

Dari sisi saham aktif, lima emiten dengan volume perdagangan tertinggi adalah DCL (lebih dari 186,6 juta unit), ITD (lebih dari 111,4 juta unit), PJT (lebih dari 47,3 juta unit), DXV (lebih dari 44,4 juta unit), dan HRC (lebih dari 6,2 juta unit). Lima saham dengan kenaikan terbesar yakni HRC (+6,94%), PNC (+6,91%), SFC (+6,86%), TNC (+6,27%), dan DXV (+3,68%). Adapun penurunan terdalam tercatat pada CCC, SMA, TNT, APH, dan BCM yang masing-masing turun 7%.

Di pasar derivatif, aktivitas perdagangan mencapai 299.980 kontrak dengan nilai melebihi 53.620,46 miliar VND.