BERITA TERKINI
IHSG Berpeluang Lanjut Koreksi, BNI Sekuritas Rekomendasikan ELSA hingga NCKL untuk Trading Idea

IHSG Berpeluang Lanjut Koreksi, BNI Sekuritas Rekomendasikan ELSA hingga NCKL untuk Trading Idea

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,37% di tengah catatan net buy asing sekitar Rp905 miliar. Saham yang paling banyak dibeli investor asing antara lain ADRO, AADI, BMRI, ITMG, dan BBCA.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini seiring pelemahan bursa Amerika Serikat. Dalam riset Jumat (13/3/2026), ia memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 7.250–7.330, sementara level resist berada pada rentang 7.400–7.500.

Untuk trading idea hari ini, BNI Sekuritas mencantumkan enam saham pilihan, yakni ELSA, MBMA, BIPI, DEWA, PTBA, dan NCKL, dengan strategi spec buy beserta area beli, batas risiko (cutloss), dan target dekat sebagai berikut:

ELSA: spec buy area beli 735–745, cutloss di bawah 720, target dekat 780–820.

MBMA: spec buy area beli 700–725, cutloss di bawah 670, target dekat 740–760.

BIPI: spec buy area beli 204–216, cutloss di bawah 204, target dekat 226–234.

DEWA: spec buy area beli 402–410, cutloss di bawah 398, target dekat 428–440.

PTBA: spec buy area beli 2.890–2.910, cutloss di bawah 2.860, target dekat 2.940–2.960.

NCKL: spec buy area beli 1.225–1.240, cutloss di bawah 1.210, target dekat 1.260–1.300.

Dari sisi global, tekanan pasar menguat setelah Wall Street ditutup melemah tajam pada Kamis (12/3). Penurunan terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia di tengah gangguan pasokan akibat konflik Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,56%, S&P 500 melemah 1,52%, dan Nasdaq Composite turun 1,78%.

Lonjakan harga minyak disebut terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagai “alat untuk menekan musuh”. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat 9,72% menjadi US$95,73 per barel, sementara Brent naik 9,22% ke US$100,46 per barel.

Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan Angkatan Laut AS saat ini belum siap mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, namun ia memperkirakan pengawalan tersebut kemungkinan dapat dilakukan sebelum akhir bulan. Di sisi lain, militer AS pada Selasa dilaporkan telah menenggelamkan 16 kapal Iran yang diduga menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.

Di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham juga terkoreksi pada Kamis (12/3). Pelemahan terjadi ketika investor merespons kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, meskipun AS dan sekutunya mengumumkan pelepasan darurat cadangan minyak mentah untuk meredakan gejolak pasar energi.

Badan Energi Internasional (IEA) berencana melepas 400 juta barel minyak menyusul gangguan pasokan akibat perang Iran, yang disebut sebagai tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut. Namun, IEA tidak menetapkan jadwal kapan stok itu akan masuk ke pasar. Sementara itu, Chris Wright menyampaikan AS akan melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis untuk membantu menurunkan biaya energi, setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan menggunakan cadangan tersebut untuk menekan harga energi.