Cango menggalang pendanaan terbaru di tengah tekanan pasar yang meningkatkan risiko delisting dari New York Stock Exchange (NYSE), setelah harga sahamnya turun di bawah ambang batas minimum pencatatan sebesar US$1.
Langkah pendanaan ini terjadi ketika perusahaan menggeser fokus bisnis dari akar utamanya di penambangan bitcoin menuju strategi yang lebih luas, yang menitikberatkan pada infrastruktur energi dan komputasi kecerdasan buatan (AI). Cango memosisikan jejak penambangan globalnya sebagai fondasi untuk komputasi berperforma tinggi, dengan rencana mengalihkan atau memperluas kapasitas listrik guna mendukung beban kerja AI yang intensif data. Pergeseran ini sejalan dengan tren industri, ketika para penambang mencari sumber pendapatan yang lebih stabil dan bermargin lebih tinggi.
Penerbitan konvertibel tersebut menyusul penutupan putaran investasi strategis senilai US$65 juta yang dipimpin oleh entitas yang dikendalikan ketua Xin Jin dan direktur Chang-Wei Chiu. Kesepakatan yang diselesaikan dalam USDT dan rampung pada 31 Maret itu membuat perusahaan menerbitkan lebih dari 49 juta saham Kelas A.
Secara keseluruhan, rangkaian transaksi ini menegaskan upaya manajemen untuk menstabilkan kondisi keuangan perusahaan, sembari mempertaruhkan pertumbuhan jangka panjang pada sektor energi dan komputasi terkait AI. Namun, Cango tetap menghadapi tekanan jangka pendek untuk mempertahankan pencatatan sahamnya di NYSE.
Saham Cango telah merosot tajam sepanjang tahun ini. Nilainya turun lebih dari 70% sejak awal tahun, dan baru-baru ini diperdagangkan di sekitar US$0,39 setelah memulai Januari di atas US$1,40. Tekanan jual yang berkelanjutan mendorong harga saham berada di bawah ketentuan minimum NYSE sebesar US$1.