BERITA TERKINI
CBA Perkuat Peran Jembatan Pemerintah–Dunia Usaha, Siapkan Agenda Transformasi 2026

CBA Perkuat Peran Jembatan Pemerintah–Dunia Usaha, Siapkan Agenda Transformasi 2026

Asosiasi Pengusaha Kota Can Tho (CBA) menegaskan perannya sebagai penghubung antara pemerintah dan dunia usaha melalui berbagai program yang dinilai semakin berkembang, baik dari sisi skala maupun kedalaman materi. Selama beberapa tahun terakhir, CBA memperluas ragam kegiatan dengan fokus pada isu-isu yang dibutuhkan pelaku usaha, sekaligus bekerja sama dengan pemerintah dan berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi kota.

Sepanjang 2025, CBA menyelenggarakan sejumlah kegiatan untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar, mempromosikan merek, serta mendorong kerja sama bisnis. Di antaranya seminar “Kepemimpinan & AI - Memimpin Perlombaan Pertumbuhan” dan talk show “Menerapkan ‘Pemikiran Tingkat Tinggi’ untuk Mengembangkan Konten Kreatif di YouTube, Facebook, dan TikTok”. CBA juga menggelar kursus praktis yang menarik banyak anggota, seperti pelatihan membangun dan mengembangkan merek bisnis, penerapan teknologi AI dalam pemasaran online, serta dukungan hukum bagi usaha kecil dan menengah di Can Tho. Salah satu kegiatan unggulannya adalah tiga sesi “Business Coffee” yang diikuti lebih dari 500 bisnis.

Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, CBA mencatat banyak anggotanya menghadapi tekanan arus kas, kenaikan biaya input yang sulit diimbangi dengan penyesuaian harga jual, risiko nilai tukar dan suku bunga, serta persaingan yang makin ketat di pasar internasional. Pelaku usaha ekspor produk pertanian dan perikanan di Can Tho disebut terdampak nyata oleh kenaikan biaya logistik dan perubahan kebijakan impor di pasar utama. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menuntut restrukturisasi operasional, peningkatan kapasitas manajemen, dan pergeseran menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Direktur Perusahaan Saham Gabungan Pham Nghia Food, Pham Trong Nghia, menyampaikan bahwa perusahaannya selama lebih dari 10 tahun mempertahankan prinsip kualitas dengan biaya pengendalian yang tinggi dan prosedur pengujian yang ketat. Ia mengatakan, rangkaian produk Pham Nghia Food kini mendekati 200 item, tersedia di 15 jaringan supermarket besar di seluruh negeri, serta didukung jaringan agen, distributor, dan titik penjualan yang mencakup 34 provinsi dan kota. Produk perusahaan tersebut juga diekspor ke lima negara, yakni Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada, dan Swedia.

Menurut Nghia, dalam orientasi pembangunan berkelanjutan, Pham Nghia Food memperluas lini produk siap saji berupa hidangan praktis yang cukup dipanaskan. Produk yang dikembangkan mencakup nasi, bubur, bihun, roti Vietnam, sup, hingga ikan rebus. Ia menyebut setiap produk diteliti untuk menjaga identitas kuliner tradisional, sekaligus memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kemudahan bagi kehidupan modern. Melalui produk siap saji, perusahaan menargetkan hidangan khas Vietnam dapat menjangkau konsumen lintas wilayah sebagai cara menghadirkan cerita kuliner Vietnam melalui kualitas dan nilai produk.

Dalam konferensi tahunan CBA 2026 bertema “Menembus Transformasi - Membentuk Masa Depan”, Ketua CBA Nguyen Van Hao menyatakan konferensi tersebut tidak hanya menjadi ajang merangkum kegiatan tahun sebelumnya, tetapi juga membuka arah strategis untuk 2026. Ia menyebut targetnya adalah membangun komunitas bisnis yang dinamis, adaptif, dan berkembang berkelanjutan dalam konteks baru. CBA juga berharap pimpinan kota terus memberi perhatian dan mengarahkan instansi terkait untuk mendukung serta mempercepat penyelesaian kesulitan dan hambatan, sehingga bisnis dapat menjaga dan memperluas produksi maupun kegiatan usaha serta berkontribusi bagi pembangunan kota.

Pada 2026, CBA merencanakan fokus pada pemeliharaan struktur organisasi yang stabil, pengembangan anggota baru, serta inovasi berkelanjutan dalam kegiatan. Program yang disiapkan meliputi dialog kebijakan, pelatihan, jejaring bisnis, promosi perdagangan, dan kegiatan sosial untuk meningkatkan daya saing, mendukung transformasi digital, serta membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan regulasi. CBA juga menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan masukan dan menyebarluaskan informasi hukum guna berkontribusi pada perbaikan lingkungan bisnis kota.

Untuk peningkatan kapasitas dan pencarian pasar bagi anggota, CBA merencanakan penyelenggaraan acara perdagangan dan jejaring antaranggota serta dengan mitra eksternal; lima kursus pelatihan terkait penjualan, pemasaran, dan AI; lima program “Kopi Pengusaha”; serta sedikitnya 10 kunjungan ke bisnis anggota untuk pertemuan, diskusi, dan jejaring.

Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Can Tho, Vuong Quoc Nam, menyampaikan pengakuan dan apresiasi atas kontribusi CBA sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha. Dalam situasi yang penuh kesulitan, pemerintah kota berharap komunitas bisnis, termasuk anggota CBA, tetap gigih, dinamis, dan kreatif untuk mempertahankan kegiatan produksi dan bisnis serta menciptakan lapangan kerja. Ia juga menyatakan kepemimpinan kota akan terus mendukung dan mendampingi dunia usaha dalam mengatasi kesulitan, sehingga pelaku usaha merasa aman berproduksi dan berbisnis, sekaligus bersama-sama menargetkan pertumbuhan dua digit.