Pemerintah Kota Da Nang, Vietnam, menggelar pertemuan dengan perwakilan pemerintah dan dunia usaha dari Chemnitz, Negara Bagian Sachsen, Republik Federal Jerman, untuk membahas peluang kerja sama di sejumlah sektor teknologi. Acara ini mempertemukan pemangku kepentingan dari kedua pihak, mulai dari pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, hingga perusahaan.
Dari pihak Da Nang, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Da Nang, Ho Quang Buu, bersama perwakilan berbagai departemen, lembaga, universitas, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta perusahaan yang bergerak di bidang teknologi tinggi, chip semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi hijau.
Sementara itu, delegasi Chemnitz dipimpin Wali Kota Chemnitz Sven Schulze. Turut hadir perwakilan Badan Pengembangan Ekonomi Kota Chemnitz, Institut Teknologi Fraunhofer ENAS, Universitas Teknologi Chemnitz, Pusat Hidrogen Chemnitz, Kamar Dagang dan Industri Chemnitz, Asosiasi Industri Saxony, serta sejumlah perusahaan mitra.
Dalam pertemuan tersebut, Ho Quang Buu menyatakan Da Nang dan Chemnitz memiliki potensi besar untuk mengembangkan hubungan kerja sama yang dilandasi pemahaman, rasa hormat, dan pembangunan bersama. Ia menilai Chemnitz merupakan salah satu pusat industri dan teknologi penting di Sachsen, dengan kekuatan pada produksi industri, teknologi teknik, dan penelitian terapan.
Di sisi lain, Da Nang tengah mengarahkan pembangunan untuk menjadi pusat teknologi tinggi, teknologi semikonduktor, AI, dan teknologi hijau di Vietnam maupun kawasan. Pemerintah Vietnam juga mengidentifikasi Da Nang sebagai inti kawasan ekonomi utama Vietnam Tengah untuk kewirausahaan, inovasi, pariwisata, perdagangan, keuangan, logistik, industri teknologi tinggi, dan teknologi informasi.
Ho Quang Buu menyampaikan bahwa Da Nang saat ini berfokus menyelesaikan pembangunan Taman Perangkat Lunak kedua serta membentuk Zona Perdagangan Bebas Da Nang yang terhubung dengan Pelabuhan Lien Chieu dan Pusat Keuangan Internasional Da Nang. Menurutnya, langkah ini membuka peluang bagi investor strategis.
Ia juga menyinggung pengesahan resolusi Majelis Nasional Vietnam yang mengubah dan melengkapi Resolusi No. 136/2024/QH15 terkait organisasi pemerintahan perkotaan serta uji coba sejumlah mekanisme dan kebijakan spesifik untuk pengembangan Da Nang. Kerangka hukum tersebut disebut sebagai insentif untuk menarik investor strategis di sektor teknologi tinggi, semikonduktor, AI, dan teknologi hijau—bidang yang dinilai memiliki keunggulan kuat di Chemnitz.
Ho Quang Buu menyatakan pemerintah kota akan terus meningkatkan lingkungan investasi, menyempurnakan infrastruktur teknis, serta mekanisme dan kebijakan untuk menarik investasi. Ia menambahkan, Da Nang ingin menciptakan kondisi yang mendukung bagi bisnis dan investor dari Chemnitz khususnya dan Jerman pada umumnya untuk meneliti serta menjalankan kerja sama dan investasi jangka panjang di kota tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Chemnitz Sven Schulze mengatakan Chemnitz dan Da Nang memiliki banyak kesamaan orientasi pembangunan, terutama pada bidang ekonomi, teknologi tinggi, dan pembangunan berkelanjutan. Ia mengapresiasi potensi kerja sama kedua daerah, serta menilai komunitas Vietnam yang tinggal di Chemnitz berperan penting dalam menghubungkan, meningkatkan pemahaman, dan mendorong hubungan kerja sama.
Para pemimpin Chemnitz menyatakan harapan agar setelah program ini, kedua pihak melanjutkan pertukaran dan membangun kerja sama yang lebih konkret untuk merealisasikan peluang di bidang yang saling menguntungkan. Dalam rangkaian kegiatan, kedua pihak juga bertukar pandangan dan mendiskusikan potensi kolaborasi pada teknologi tinggi, semikonduktor, AI, dan teknologi hijau.