BERITA TERKINI
Da Nang Perkuat Arah Pusat Keuangan Internasional dengan Fokus Fintech dan SDM

Da Nang Perkuat Arah Pusat Keuangan Internasional dengan Fokus Fintech dan SDM

Pusat Keuangan Internasional Vietnam di Kota Da Nang mengarahkan pengembangannya pada tiga pilar utama, yakni keuangan hijau, pembiayaan perdagangan, serta teknologi keuangan dan aset digital. Wakil Ketua Tetap Kantor Eksekutif Pusat Keuangan Internasional Vietnam di Da Nang, Dang Dinh Duc, menyatakan bahwa fintech menjadi salah satu bidang kunci untuk membentuk ekosistem keuangan yang beragam, dinamis, dan inovatif.

Menurut Dang Dinh Duc, pengembangan tersebut dikaitkan dengan nilai-nilai inti seperti hijau, cerdas, digital, inovatif, inklusif, dan berpusat pada pelanggan. Ia juga menekankan pemanfaatan keunggulan geopolitik dan ekonomi, lingkungan hidup, serta infrastruktur perkotaan Da Nang untuk meningkatkan daya tarik pusat keuangan di kota tersebut.

Hingga saat ini, Pusat Keuangan Internasional Vietnam di Da Nang telah menerima 85 pernyataan minat untuk menjadi anggota. Badan pengelola telah menerbitkan sertifikat keanggotaan kepada 12 investor, mengabulkan pernyataan minat kepada 11 investor, sementara sembilan investor lainnya tengah menyelesaikan permohonan keanggotaan.

Secara paralel, pengelola pusat keuangan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membangun ekosistem keuangan modern. Salah satu agenda yang didorong adalah pembentukan setidaknya 2–3 bursa khusus, termasuk bursa aset digital dan tokenisasi aset dalam kerangka kerja percontohan yang terkontrol. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan pasar penggalangan modal bagi proyek-proyek infrastruktur besar di Da Nang, Vietnam Tengah, dan skala nasional.

Dari sisi penguatan sumber daya manusia, Wakil Direktur Universitas Da Nang, Nguyen Thanh Bac, mengatakan pihaknya ditugaskan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan lain untuk meneliti dan mengembangkan program pelatihan komprehensif bagi tenaga kerja berkualitas tinggi yang dibutuhkan pusat keuangan. Upaya tersebut mencakup pengembangan pelatihan kolaboratif dan sertifikasi internasional, penguatan pengajaran bilingual, serta pembentukan klub keuangan.

Sejak 2022, Universitas Da Nang mengarahkan universitas anggotanya—termasuk Universitas Ekonomi dan Universitas Teknologi Informasi dan Komunikasi Vietnam-Korea—untuk mempelopori program pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja di bidang seperti fintech dan bisnis internasional. Program ini memprioritaskan penempatan dosen berkualifikasi tinggi, termasuk yang menempuh pelatihan di negara-negara maju, serta melibatkan pakar melalui kerja sama dengan sekolah dan lembaga mitra.

Mahasiswa, menurut Nguyen Thanh Bac, memperoleh peningkatan waktu belajar dan pelatihan praktis, akses tambahan ke sumber daya akademik asing, serta kesempatan mengikuti kursus pengembangan profesional dan memperoleh sertifikat internasional. Saat ini, Universitas Ekonomi (Universitas Da Nang) juga menyusun rencana pendirian Institut Penelitian dan Pelatihan Fintech dan Keuangan Berkelanjutan yang akan berperan dalam riset, pendidikan, pelatihan, serta pemberian saran kebijakan, sekaligus mendukung strategi Da Nang mengembangkan pusat keuangan internasional.

Sementara itu, Rektor Sekolah Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan Universitas Duy Tan, Nguyen Gia Nhu, menilai blockchain kini bukan lagi teknologi eksperimental, melainkan infrastruktur penting bagi ekonomi digital. Menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja, Universitas Duy Tan meluncurkan program Teknologi Keuangan pada 2022, yang menggabungkan pengetahuan keuangan tradisional dengan blockchain serta teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Ia mengatakan program tersebut tidak hanya menekankan teori, tetapi juga memberi peluang pengalaman praktis agar mahasiswa membangun pola pikir kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab dan pemahaman yang tepat tentang keamanan finansial. Dalam waktu dekat, Universitas Duy Tan berencana bekerja sama dengan lembaga dan organisasi pemerintah seperti Asosiasi Blockchain dan Aset Digital Vietnam serta perusahaan teknologi, termasuk Tether dan AlphaTrue, untuk memperbarui kurikulum serta membuka peluang magang dan pekerjaan berkualitas bagi mahasiswa di Da Nang.

Nguyen Gia Nhu menambahkan, Da Nang dinilai menunjukkan posisinya sebagai kota inovatif melalui pembentukan lahan uji coba teknologi baru. Dengan dukungan pemerintah dan peran lembaga pelatihan, ia meyakini Da Nang berpeluang menjadi salah satu titik penting bagi fintech dan blockchain di kawasan.