Kerugian akibat penipuan aset digital terus meningkat dan memukul kepercayaan publik terhadap teknologi. Direktur proyek Mimo di Dragon Lab JSC, Dr. Nguyen Tran Tri, mengutip laporan Asosiasi Blockchain dan Aset Digital yang menyebutkan bahwa pada 2024 Pusat Pengaduan Kejahatan Siber (IC3) mencatat kerugian global akibat penipuan aset digital melampaui US$9,3 miliar, naik hampir 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Vietnam, kerugian akibat penipuan online pada 2024 diperkirakan mencapai VND 4.200 miliar.
Menurut Tri, ketika kepercayaan hilang, bahkan teknologi yang baik pun sulit diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Atas dasar itu, Dragon Lab meluncurkan proyek Mimo dengan tujuan memungkinkan pengguna menggunakan aset kripto untuk pengeluaran harian secara aman, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.
Tri menjelaskan, Mimo berbeda dari bursa kripto pada umumnya yang mengharuskan pengguna menyetor dana ke dompet bursa. Dalam skema Mimo, platform hanya bertindak sebagai perantara untuk verifikasi dan tidak menyimpan aset pengguna. Mimo menghubungkan dan mengoordinasikan transaksi secara transparan, sementara aset tetap berada di bawah kendali pengguna. Pengguna juga diwajibkan mendaftar dan melakukan verifikasi identitas elektronik (eKYC) melalui penyedia jaringan yang berlisensi negara, sebagai langkah memastikan legalitas dan keamanan informasi.
Berdasarkan Keputusan No. 2895/QD-UBND dari Komite Rakyat Kota Da Nang, Mimo mendapatkan status sebagai solusi uji coba berlisensi untuk konversi perantara USDT ke Dong Vietnam dan sebaliknya, dengan ketentuan beroperasi tanpa menahan uang maupun aset pengguna. USDT adalah Tether USD, salah satu mata uang kripto yang banyak digunakan.
Komite Rakyat Kota Da Nang memberi wewenang kepada Dragon Lab Joint Stock Company untuk menguji solusi Mimo di bawah bimbingan dan pengawasan Departemen Sains dan Teknologi. Uji coba dilakukan di tiga lokasi—Taman Perangkat Lunak No. 1 (Jalan Quang Trung), Taman Perangkat Lunak No. 2 (Jalan Nhu Nguyet), serta Pusat Inovasi dan Dukungan Startup Da Nang (Jalan Nguyen Chi Thanh)—selama tiga tahun, mulai 18 Desember 2025 hingga 17 Desember 2028.
Selain Mimo, pada Agustus 2025 solusi Basal Pay dari Alphatrue Solutions juga memperoleh lisensi uji coba selama tiga tahun di tiga lokasi yang sama. Basal Pay berfokus membangun sistem yang menggabungkan teknologi blockchain dan keuangan tradisional untuk mendukung pertukaran aset kripto dengan mata uang fiat secara transparan dan otomatis, serta menekankan kepatuhan terhadap ketentuan internasional terkait anti pencucian uang (AML) dan pendanaan kontra terorisme (CFT).
Hingga kini, Da Nang disebut sebagai satu-satunya wilayah di Vietnam yang memiliki dua model yang disetujui regulator untuk pengujian terkontrol atas aktivitas konversi aset kripto. Kondisi ini dinilai sejalan dengan arah pengembangan Da Nang yang, bersama Kota Ho Chi Minh, dipilih pemerintah pusat sebagai lokasi Pusat Keuangan Internasional Vietnam. Dengan dukungan infrastruktur digital, sumber daya manusia berteknologi tinggi, ekosistem inovasi, dan lingkungan hidup yang menarik, Da Nang memposisikan pusat keuangan internasional bukan hanya sebagai ruang keuangan tradisional, tetapi juga sebagai “laboratorium” untuk membentuk model keuangan baru.
Tri menilai implementasi percontohan Mimo tidak hanya membantu mengendalikan risiko dan melindungi pengguna, tetapi juga menyediakan data praktis untuk menyempurnakan kerangka hukum, proses tata kelola, serta model pemantauan aset digital yang dibutuhkan untuk mendukung persyaratan pusat keuangan internasional. Ia juga menyebut uji coba ini berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas, menarik talenta fintech, berkontribusi pada anggaran melalui pajak dan biaya, serta membantu memperkuat posisi Da Nang sebagai pusat fintech.
Sementara itu, Direktur Proyek Basal Pay di AlphaTrue Solutions JSC, Tran Huyen Dinh, mengatakan bahwa setelah lebih dari setengah tahun berjalan, Basal Pay masih berada pada tahap verifikasi teknologi dan keamanan sistem. Fokusnya mencakup pendaftaran akun, verifikasi identitas (KYC), penilaian risiko, dan kepatuhan. Setelah sistem dinilai stabil, Basal Pay berencana memperluas kelompok pengguna percontohan dengan memprioritaskan wisatawan internasional yang berkunjung ke Da Nang, mengingat kebutuhan mereka untuk mengonversi aset kripto ke Dong Vietnam guna belanja pada sektor pariwisata dan layanan. Tahap berikutnya diarahkan pada integrasi dengan bank dan perantara pembayaran, lalu memperluas cakupan uji coba secara bertahap ke berbagai sektor konsumen.
Dari sisi regulator, Direktur Pusat Inovasi dan Dukungan Startup Da Nang (Departemen Sains dan Teknologi), Nguyen Viet Toan, menyatakan Vietnam saat ini belum memiliki kerangka hukum yang lengkap untuk mengoperasikan model konversi aset kripto menjadi mata uang fiat. Namun, dalam proses pengembangan mekanisme uji coba terkontrol, lembaga pengatur berkonsultasi dan menerapkan rekomendasi Satuan Tugas Aksi Keuangan terkait AML dan CFT, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Anti Pencucian Uang 2022 dan Peraturan Pemerintah No. 19/2023/ND-CP.
Menurut Toan, pengujian dalam lingkungan terkontrol membantu regulator menilai risiko, menyempurnakan kerangka hukum, serta meningkatkan transparansi dan keamanan pasar aset digital. Langkah ini juga disebut sebagai persiapan bagi Vietnam untuk secara bertahap berintegrasi dengan standar keuangan internasional dalam bidang fintech dan mata uang kripto.

