Indonesia memiliki banyak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan crude palm oil (CPO). Sejumlah emiten di sektor ini juga telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring besarnya peran minyak sawit sebagai bahan baku berbagai produk, mulai dari minyak goreng, margarin, dan shortening hingga kebutuhan industri kosmetik, perawatan kulit, serta deterjen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan sawit di Indonesia pada 2024 mencapai 16 juta hektare. Area terluas berada di Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Total luasan perkebunan kelapa sawit di enam wilayah tersebut disebut mencapai lebih dari 1 juta hektare.
Sementara itu, menurut catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), total produksi CPO sepanjang tahun lalu mencapai 48,16 juta ton.
Merujuk data BEI per 12 September 2025, terdapat puluhan saham terkait CPO yang tercatat di bursa. Salah satu emiten yang masuk dalam daftar saham minyak sawit adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Astra Agro Lestari merupakan bagian dari konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII). Perusahaan berdiri pada 1988 dan saat ini memiliki 284.831 hektare perkebunan sawit yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan mayoritas merupakan perkebunan inti.
Dari sisi pasar, kapitalisasi AALI tercatat sebesar Rp14,24 triliun. Pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 12 September 2025, harga saham AALI berada di level Rp7.400 per saham. Sejak awal tahun, saham AALI mencatatkan kenaikan harga sebesar 19,35%.

