BERITA TERKINI
Dian Swastatika Sentosa Laksanakan Stock Split 1:25, Saham Beredar Menjadi 192,64 Miliar

Dian Swastatika Sentosa Laksanakan Stock Split 1:25, Saham Beredar Menjadi 192,64 Miliar

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (IDX: DSSA) menyampaikan rencana pelaksanaan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25. Dalam aksi korporasi ini, setiap 1 saham lama akan menjadi 25 saham baru.

Corporate Secretary DSSA Susan Chandra menyatakan perseroan telah menerima persetujuan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas permohonan pencatatan saham hasil stock split. Persetujuan tersebut diterima pada 1 April 2026 melalui Surat BEI No. S-03591/BEI.PP2/03-2026 tertanggal 31 Maret 2026, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI pada Kamis (2/4).

Seiring pelaksanaan stock split, nilai nominal saham DSSA berubah dari Rp25 per lembar menjadi Rp1 per lembar. Dengan perubahan tersebut, jumlah saham yang diterbitkan dan disetor perseroan meningkat dari 7.705.523.200 lembar menjadi 192.638.080.000 lembar.

Perseroan juga menyesuaikan ketentuan Pasal 4 ayat (1) dan (2) Anggaran Dasar. Modal dasar perseroan ditetapkan sebesar Rp600.000.000.000 yang terbagi atas 600.000.000.000 saham, masing-masing dengan nilai nominal Rp1 per saham. Dari modal dasar tersebut, modal ditempatkan dan disetor tercatat sebesar 32,1063% atau 192.638.080.000 saham, dengan nilai nominal seluruhnya Rp192.638.080.000.

Sebelumnya, DSSA telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui rencana stock split rasio 1:25 beserta penyesuaian Anggaran Dasar, serta memberikan wewenang kepada Direksi dengan hak substitusi untuk melakukan tindakan yang diperlukan terkait pelaksanaan stock split, termasuk pengaturan tata cara dan jadwal pelaksanaannya sesuai ketentuan pasar modal.

Adapun jadwal rencana pelaksanaan stock split yang disampaikan perseroan adalah sebagai berikut: akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di seluruh pasar pada 8 April 2026; mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 9 April 2026; serta mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai pada 13 April 2026.