BERITA TERKINI
Dorongan Restrukturisasi Arus Modal: Pasar Saham Diarahkan Jadi Pilar Pembiayaan Jangka Panjang

Dorongan Restrukturisasi Arus Modal: Pasar Saham Diarahkan Jadi Pilar Pembiayaan Jangka Panjang

Upaya menjadikan pasar saham sebagai pilar mobilisasi modal jangka menengah dan panjang dinilai kian mendesak, seiring kebutuhan investasi sosial yang besar dan target pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Rata-rata kebutuhan modal investasi sosial disebut mencapai sekitar 200 miliar dolar AS per tahun.

Menurut analisis Nguyen Minh Hanh, struktur pendanaan saat ini masih menunjukkan ketergantungan signifikan pada sistem perbankan komersial. Modal yang berasal dari sektor negara, daerah, dan investasi asing langsung (FDI) disebut hanya sekitar 50%, sementara sisanya berasal dari sektor swasta namun sebagian besar masih bergantung pada kredit bank.

Masalah utama dari struktur tersebut adalah ketidaksesuaian jatuh tempo pendanaan dengan kebutuhan proyek. Banyak proyek infrastruktur dan pembangunan jangka panjang membutuhkan sumber dana yang stabil dan berjangka panjang, sedangkan kredit perbankan pada dasarnya bersifat jangka pendek. Dalam konteks ini, penguatan peran pasar saham melalui instrumen seperti saham dan obligasi jangka panjang dipandang sebagai pendekatan yang tepat untuk menambah sumber daya investasi sosial sekaligus mengurangi tekanan pada perbankan.

Gambaran sistem keuangan saat ini juga menunjukkan dominasi perbankan. Total aset sektor perbankan disebut mencakup lebih dari 90% dari keseluruhan sistem keuangan, sementara lembaga lain seperti perusahaan sekuritas, manajemen dana, dan asuransi hanya mengambil porsi kecil. Kondisi ini menandakan pasar modal memiliki ruang pengembangan yang besar, namun memerlukan perubahan struktural agar dapat berfungsi optimal.

Nguyen Minh Hanh menilai terdapat perkembangan positif berupa reformasi dari otoritas pengatur dalam penyempurnaan kerangka hukum, perbaikan prosedur, serta dorongan integrasi dan peningkatan pasar. Meski demikian, pelaku pasar dinilai masih banyak bergerak dalam kerangka yang ada dan belum memiliki ruang memadai untuk mengembangkan produk maupun layanan baru, sehingga kemampuan menarik dan mempertahankan modal menjadi terbatas.

Untuk memperkuat daya serap pasar, ia mendorong perluasan ragam produk secara lebih komprehensif dan mendekati standar negara maju. Beberapa gagasan yang disebut antara lain pengembangan opsi, mekanisme yang memungkinkan dana lindung nilai (hedge fund) beroperasi, insentif pajak untuk dana pensiun, serta uji coba model kantor keluarga (family office) guna memperkaya ekosistem produk.

Dari sisi kualitas emiten, pengawasan ketat terhadap aktivitas pencatatan dan penerbitan disebut membantu mencegah penerbitan yang tidak transparan, sehingga meningkatkan kualitas perusahaan tercatat. Saat ini terdapat 1.548 perusahaan yang terdaftar dan diperdagangkan di dua bursa saham, dengan indikator kapitalisasi pasar dan likuiditas yang dinilai positif. Likuiditas pasar juga disebut konsisten berada di kelompok teratas di kawasan ASEAN.

Namun, persoalan struktur kepemilikan pada perusahaan milik negara (BUMN) setelah privatisasi masih menjadi catatan. Banyak perusahaan telah tercatat di bursa, tetapi kepemilikan negara disebut masih lebih dari 90%. Nguyen Minh Hanh menilai penurunan porsi tersebut menjadi sekitar 51% pada sebagian besar perusahaan dapat mempermudah transaksi dan meningkatkan daya tarik pasar.

Selain itu, sektor FDI yang saat ini disebut menyumbang sekitar 80% dari omzet ekspor Vietnam dinilai belum berpartisipasi secara mendalam di pasar saham. Kebijakan yang mendorong perusahaan FDI untuk melantai di bursa dipandang dapat memperbesar skala dan kualitas emiten, sekaligus memperkuat koneksi dengan pasar keuangan internasional tempat perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi.

Dalam kerangka pengembangan pasar yang lebih stabil, Nguyen Minh Hanh menekankan pentingnya arus modal jangka panjang. Dana pensiun sukarela disebut sebagai sumber modal ideal karena bersifat akumulatif dan berjangka panjang. Dengan siklus kontribusi yang dapat berlangsung lebih dari 40 tahun, jenis dana ini dinilai memiliki stabilitas tinggi dan relatif bebas dari tekanan penarikan jangka pendek.

Ia menggambarkan bahwa jika sekitar 35 juta angkatan kerja di Vietnam berkontribusi 2–3 juta VND per bulan, pasar berpotensi membentuk sumber modal “jangka panjang super” untuk mendukung investasi infrastruktur dan pembangunan ekonomi. Arus kas yang stabil juga dinilai dapat mengurangi volatilitas pasar karena tidak terlalu dipengaruhi naik-turun siklus pasar.

Selain dana pensiun, family office juga dipandang sebagai sumber modal jangka panjang penting dengan horizon investasi 10–20 tahun yang menekankan pelestarian dan pertumbuhan aset. Disebutkan bahwa family office asing telah berinvestasi di Vietnam sejak 2011–2012 dan masih memegang aset hingga kini. Secara global, kelompok ini mengelola sekitar 3,1 triliun dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,1 triliun dolar AS pada 2030.

Sementara itu, arus modal dari dana investasi institusional disebut masih dipengaruhi perilaku investor individu, dengan setoran dan penarikan yang mengikuti fluktuasi siklus pasar. Meski demikian, pengembangan industri dana tetap dinilai perlu untuk meningkatkan profesionalisme dan membantu menekan volatilitas indeks.

Dari sisi strategi pasar, diversifikasi produk investasi dipandang sebagai faktor kunci. Pasar dengan pilihan produk yang luas dinilai memberi fleksibilitas bagi investor, mulai dari strategi beli dan tahan saat kondisi mendukung hingga mekanisme seperti penjualan singkat, lindung nilai, maupun produk pendapatan tetap ketika pasar bergejolak.

Ekspansi ke produk seperti kripto, derivatif, dan emas juga disebut berpotensi menarik kelompok investor yang lebih beragam. Dalam konteks ini, pertumbuhan hedge fund—yang disebut mencakup lebih dari 70% likuiditas pasar AS dengan ukuran hampir 5 triliun dolar AS—dipandang menunjukkan potensi besar apabila dapat diizinkan beroperasi secara resmi di Vietnam.

Di tingkat korporasi, tren pergeseran layanan dari pialang tradisional menuju manajemen aset dan manajemen kekayaan juga disebut menguat. Model ini ditujukan untuk menghadirkan solusi investasi yang lebih menyeluruh, mulai dari perdagangan mandiri profesional hingga portofolio berbobot risiko, dengan dukungan teknologi seperti robo-advisor serta pendampingan tim ahli agar strategi investasi dapat dijalankan secara efektif.