BERITA TERKINI
Dosen Fisipol UMMat Gelar Penguatan Literasi Keuangan Digital dan Kewirausahaan untuk Kader IMM Mataram

Dosen Fisipol UMMat Gelar Penguatan Literasi Keuangan Digital dan Kewirausahaan untuk Kader IMM Mataram

Sejumlah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Keuangan Digital melalui Fintech dan Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Marketplace untuk Pemberdayaan Kader IMM Kota Mataram”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fisipol UMMat, Kamis, 12 Desember 2025.

Program tersebut diikuti 20 kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Mataram yang dinilai memiliki minat dan potensi dalam pengembangan kewirausahaan digital.

Kegiatan dimotori oleh Ulfatul Akbar Jafar, S.AP., M.IP. sebagai ketua tim, bersama Inka Nusamuda Pratama, S.IP., M.IP. dan Asfarony Hendra Nazwin, S.AP., M.AP.

Ketua tim, Ulfatul Akbar Jafar, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi keuangan digital kader IMM melalui pemanfaatan teknologi financial technology (fintech), sekaligus mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis marketplace sebagai strategi pemberdayaan ekonomi yang adaptif terhadap transformasi digital.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman kader terkait pengelolaan keuangan digital yang aman, efektif, dan bertanggung jawab. Selain itu, kader juga didorong mampu memanfaatkan layanan fintech untuk mendukung aktivitas usaha serta memiliki keterampilan dalam merancang, memasarkan, dan mengelola produk melalui platform marketplace,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program dirancang dalam bentuk edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas kader IMM dalam memahami serta memanfaatkan teknologi finansial dan platform marketplace sebagai instrumen strategis pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha berbasis digital.

Secara konseptual, kegiatan ini mengintegrasikan literasi keuangan digital, manajemen risiko transaksi elektronik, serta strategi kewirausahaan berbasis ekosistem digital. Dengan pendekatan itu, peserta diharapkan mampu menjadi wirausahawan muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dan urgensi literasi keuangan digital, pemahaman sistem pembayaran digital, dompet elektronik (e-wallet), peer-to-peer lending, hingga keamanan transaksi digital. Peserta juga dibekali materi manajemen keuangan usaha berbasis digital, seperti pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan arus kas, serta perencanaan keuangan berbasis aplikasi.

Pemateri turut menjelaskan strategi pemanfaatan fintech untuk pengembangan modal usaha, termasuk akses pembiayaan alternatif yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, peserta memperoleh materi optimalisasi marketplace sebagai sarana pemasaran produk, meliputi teknik branding digital, strategi penentuan harga, pemanfaatan fitur promosi, serta analisis perilaku konsumen daring.

Aspek etika dan keamanan digital juga menjadi perhatian untuk mencegah risiko penipuan, kebocoran data, dan praktik keuangan ilegal. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi partisipatif, serta simulasi penggunaan platform digital agar peserta memperoleh pengalaman praktis yang aplikatif.

Tim pelaksana menilai transformasi digital telah mengubah lanskap ekonomi secara signifikan, sementara literasi keuangan digital di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa, masih perlu diperkuat. Minimnya pemahaman terhadap instrumen fintech dan pengelolaan keuangan digital disebut berpotensi memunculkan risiko, seperti penyalahgunaan layanan pinjaman online ilegal maupun kegagalan dalam pengelolaan usaha berbasis digital.

Dalam konteks tersebut, kader IMM dipandang memiliki peran strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Penguatan literasi keuangan digital dan kapasitas kewirausahaan berbasis marketplace dinilai penting agar kader tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku ekonomi digital yang produktif dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berharap terjadi peningkatan kapasitas kader IMM Kota Mataram dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan teknologi keuangan digital secara bijak dan produktif. Program ini juga diharapkan memunculkan inisiatif usaha baru berbasis marketplace yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan, serta dalam jangka panjang mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan digital di lingkungan kader IMM.