BERITA TERKINI
DPR Soroti Lonjakan Saham IPO dari Rp200 ke Rp8.000, Minta OJK Selidiki Dugaan Manipulasi

DPR Soroti Lonjakan Saham IPO dari Rp200 ke Rp8.000, Minta OJK Selidiki Dugaan Manipulasi

Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Melchias Marcus Mekeng, menyoroti lonjakan harga saham sebuah emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai kenaikan harga saham tersebut tidak masuk akal karena setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran Rp200 per saham, harganya sempat melambung hingga sekitar Rp8.000 dalam waktu kurang lebih dua bulan.

Pernyataan itu disampaikan Melchias dalam rapat kerja dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membahas Program Kerja OJK. Rapat tersebut dihadiri tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) yang baru dilantik, termasuk Friderica Widyasari Dewai sebagai Ketua Dewan Komisioner.

Menurut Melchias, valuasi yang bergerak di luar batas normal dapat menimbulkan risiko, terutama jika saham yang naik tidak wajar kemudian digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman bank. Ia memperingatkan kondisi tersebut bisa menimbulkan masalah ganda, baik di pasar modal maupun di sektor perbankan.

Dalam rapat itu, Melchias juga mempertanyakan apakah OJK memiliki mekanisme pemantauan yang dapat mendeteksi pergerakan harga yang dinilai janggal sejak dini. Ia meminta otoritas bersikap tegas dan tidak menunggu hingga masalah membesar, serta menekankan pentingnya penegakan hukum agar pasar memiliki kepastian.

Ia menyebut praktik yang diduga manipulatif tidak hanya terjadi pada satu saham. Melchias menilai fenomena tersebut menjadi salah satu pertimbangan MSCI dalam menilai pasar modal Indonesia rapuh.

Melchias tidak menyebut secara spesifik saham yang dimaksud. Namun, salah satu saham yang baru tercatat di BEI dan langsung melesat adalah Abadi Lestari Indonesia (RLCO). RLCO tercatat di bursa pada 8 Desember 2026 dengan harga penawaran Rp168. Setelah IPO, saham RLCO beberapa kali mengalami kenaikan hingga menyentuh auto reject atas (ARA).

Pada 20 Januari 2026, harga saham RLCO tercatat ditutup pada level 8.700. Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, saham tersebut tercatat naik 5.078,57%.