Kampanye Earth Hour 2026 mengusung tema “Inovasi Hijau – Masa Depan Hijau” dan mendorong keterlibatan luas dari warga, dunia usaha, hingga organisasi untuk berkontribusi melalui berbagai cara kreatif dalam penghematan energi dan perlindungan lingkungan.
Dari sisi dunia usaha, Rang Dong Light Bulb and Thermos Flask Joint Stock Company menyampaikan fokusnya pada solusi hemat energi dan pengembangan energi hijau. Wakil Direktur Jenderal Rang Dong, Quach Thanh Chuong, mengatakan perusahaan saat ini memiliki lebih dari 2.500 model produk lampu LED dan tengah memperluas pengembangan ke perangkat pintar serta sistem rumah pintar untuk mengelola dan mengontrol energi pada berbagai jenis bangunan, mulai dari perumahan hingga industri.
Ia menambahkan, dalam dua tahun terakhir Rang Dong meneliti dan menerapkan solusi tenaga surya atap yang ditujukan untuk memenuhi persyaratan bangunan hijau dan kawasan industri baru. Sistem tersebut juga mengintegrasikan teknologi IoT bersama sensor suhu dan cuaca, sehingga memungkinkan pengaturan serta optimalisasi penggunaan listrik di area tertentu.
Menurut Quach Thanh Chuong, Rang Dong saat ini berkoordinasi dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Hanoi serta instansi terkait untuk mendorong penerapan energi hijau secara lebih luas, sekaligus berkontribusi pada target emisi nol bersih pada 2050.
Upaya serupa juga disampaikan Perusahaan Gabungan Komunikasi dan Komputer Thanh Giong. Direktur perusahaan, Lai Hoang Duong, menilai transformasi hijau dan penghematan energi dalam produksi komputer bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga kewajiban untuk menjaga lingkungan, khususnya di Hanoi. Untuk itu, perusahaan memilih bahan ramah lingkungan, termasuk menggunakan bambu dan kardus sebagai pengganti material yang tidak dapat terurai secara alami.
Duong menekankan, langkah-langkah kecil dinilai dapat membantu mengurangi emisi sekaligus membangun budaya hijau di lingkungan perusahaan, baik dalam proses produksi maupun operasional sehari-hari.
Di tingkat masyarakat, respons terhadap Earth Hour terlihat di berbagai daerah, termasuk di ibu kota, melalui keterlibatan komune, organisasi, pelaku usaha, dan kalangan muda. Komite Rakyat Komune Phu Nghia, misalnya, menerbitkan rencana pelaksanaan kegiatan untuk merespons Earth Hour sekaligus meluncurkan kampanye musim panas tentang penghematan dan efisiensi energi pada 2026 di wilayah tersebut.
Truong Do Minh Thu (20), mahasiswi Universitas Nasional yang juga Sekretaris Persatuan Pemuda di Desa Chi Ne (Komune Phu Nghia), mengatakan ia dan keluarganya berupaya menghemat listrik dengan memaksimalkan cahaya alami dan angin, serta menggunakan lampu bertenaga surya untuk kebun. Ia juga menyebut kegiatan Persatuan Pemuda setempat diintegrasikan dalam upaya penghematan listrik dan dorongan transisi hijau.
Sementara itu, Nguyen Thanh Ngan yang mengikuti kampanye untuk pertama kalinya menyampaikan bahwa mematikan lampu selama satu jam dinilai berkontribusi meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan praktis dalam perlindungan lingkungan serta penggunaan energi yang efisien.
Sejumlah langkah sederhana juga disebut relevan bagi kalangan muda, seperti menggunakan listrik secara bijak, membatasi penggunaan pendingin ruangan saat tidak diperlukan, serta memilih berjalan kaki atau bersepeda dibanding kendaraan yang boros bahan bakar.
Dari sisi organisasi internasional, Direktur Proyek CASE pada Organisasi Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ), Le Thi Thoa, menyampaikan bahwa melalui Earth Hour 2026, proyek CASE GIZ menargetkan kontribusi dalam penyebaran kesadaran dan pendorongan tindakan praktis untuk penggunaan energi yang lebih efisien dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menilai perluasan penggunaan energi terbarukan secara bertahap, seperti tenaga surya dan angin, sebagai arah positif untuk membantu memastikan pasokan energi di masa depan.
Di tingkat pemerintah daerah, Wakil Direktur Departemen Perindustrian dan Perdagangan Hanoi, Nguyen Dinh Thang, mengatakan Hanoi telah menyusun rencana dan menerapkan program penghematan listrik pada puncak musim panas sekitar satu bulan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya solusi yang tersinkronisasi serta partisipasi warga dan komunitas bisnis untuk mendorong penggunaan energi yang efisien dan efektif, sekaligus mendukung keamanan energi dalam kondisi saat ini.
Adapun dari sisi penyedia listrik, Wakil Direktur Jenderal Grup Kelistrikan Vietnam (EVN), Ngo Son Hai, menyatakan EVN menjalankan berbagai langkah terkoordinasi dan bekerja sama dengan kementerian serta sektor terkait untuk memperkuat komunikasi yang bertujuan mengubah kebiasaan penggunaan listrik. Salah satu fokusnya adalah mendorong pergeseran konsumsi ke jam di luar waktu puncak guna mengurangi tekanan pada sistem tenaga.
Melalui rangkaian inisiatif dari berbagai pihak, Earth Hour 2026 menjadi momentum untuk memperluas praktik penghematan energi sekaligus memperkuat komitmen bersama menuju transisi hijau.