BERITA TERKINI
Easycash, Aftech, dan IARFC Indonesia Luncurkan Modul Bijak Keuangan (Mojang) untuk Edukasi Generasi Muda

Easycash, Aftech, dan IARFC Indonesia Luncurkan Modul Bijak Keuangan (Mojang) untuk Edukasi Generasi Muda

PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan Modul Bijak Keuangan (Mojang). Mojang merupakan materi edukasi yang disesuaikan dengan realitas keseharian generasi muda dan mengajak mereka belajar tentang keuangan.

Kepala Divisi Perencanaan, Evaluasi, Literasi, dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Naomi Triyuliani mengatakan Mojang dapat menjadi sarana diseminasi agar semakin banyak pihak ikut membangun kesadaran keuangan. OJK juga berharap peluncuran ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan serta memotivasi peningkatan kemampuan lainnya.

“Kami sangat mengharapkan seluruh fasilitas yang ada termasuk Mojang, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk semakin membangun awareness, membangun keterampilan anak-anak muda terutama meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan keuangan,” kata Naomi dalam peluncuran Mojang di The Langham, Jakarta, Selasa (10/2).

Sekretaris Jenderal Aftech Firlie Ganinduto menilai pesatnya perkembangan layanan keuangan digital di kalangan Gen Z perlu diimbangi dengan literasi. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk mengejar kesenjangan literasi, menjangkau lebih banyak anak muda, dan memastikan materi yang diberikan tetap relevan.

“Bagi Aftech, inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. Mojang menjadi contoh kolaborasi strategis agar generasi muda tidak hanya punya akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab,” ujar Firlie.

Dari sisi industri, Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menyampaikan Mojang dikemas dengan pendekatan yang ringan, kontekstual, dan mudah dipahami. Materi yang ditujukan bagi Gen Z ini mencakup pembelajaran pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, serta kemampuan membedakan platform pendanaan bersama yang berizin dengan pinjaman ilegal.

Nucky menambahkan, dengan pemahaman yang tepat, generasi muda diharapkan lebih cermat dalam memilih keputusan finansial tanpa mengorbankan rencana hidup di masa mendatang. “Gen Z dan milenial hidup di tengah arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Lewat Mojang, kami ingin menghadirkan panduan yang dekat dengan realitas mereka, tidak menggurui, tetapi mendampingi proses belajar,” ujarnya.

Sementara itu, President & Chairman IARFC Indonesia Aidil Akbar Madjid menekankan pentingnya pemahaman reputasi kredit, yang dinilainya bukan sekadar catatan administratif melainkan cerminan perilaku finansial seseorang dari waktu ke waktu. Di tengah maraknya fenomena gagal bayar, ia menilai pemahaman mengenai reputasi kredit menjadi hal krusial bagi generasi muda.

“Dari sudut pandang perencana keuangan, masalah sering kali bukan pada produknya, tetapi pada kurangnya literasi. Mojang hadir sebagai panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab,” tutur Akbar.