PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan MOJANG (Modul Bijak Keuangan) sebagai panduan literasi keuangan praktis bagi anak muda. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu generasi muda memahami penggunaan layanan keuangan digital secara lebih bertanggung jawab.
Peluncuran MOJANG dilatarbelakangi temuan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Survei tersebut mencatat adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Indeks inklusi keuangan tercatat 80,51%, sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 66,46%.
Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Naomi Triyuliyani menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran MOJANG. “Kami berharap peluncuran MOJANG menjadi langkah awal bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam literasi keuangan ataupun motivasi untuk terus meningkatkan skill kehidupan lainnya. Kami sangat mengharapkan seluruh fasilitas yang ada termasuk MOJANG,” kata Naomi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto menilai percepatan adopsi layanan keuangan digital di kalangan Gen Z dan milenial perlu diimbangi dengan peningkatan literasi yang sejalan. “Bagi AFTECH, inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. MOJANG menjadi contoh kolaborasi strategis agar generasi muda tidak hanya punya akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab,” ujar Firlie.
Easycash, sebagai platform Pindar berizin dan diawasi OJK, memandang peningkatan literasi keuangan generasi muda sebagai kebutuhan mendesak. MOJANG dikemas dengan pendekatan yang ringan dan kontekstual, termasuk membahas topik seperti pengelolaan arus kas.
Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menekankan pentingnya kesadaran dan kemauan belajar di tengah dinamika keuangan digital. “Gen Z dan milenial hidup di tengah arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Lewat MOJANG, kami ingin menghadirkan panduan yang dekat dengan realitas mereka, tidak menggurui, tetapi mendampingi proses belajar,” ungkap Nucky.
Salah satu fokus utama MOJANG adalah pemahaman mengenai reputasi kredit. Dalam praktiknya, masih banyak generasi muda yang belum memahami bahwa rekam jejak pembayaran dan pengelolaan utang dapat memengaruhi akses keuangan di masa depan, termasuk pinjaman, pembiayaan usaha, hingga perencanaan jangka panjang.
President & Chairman IARFC Indonesia Aidil Akbar Madjid menegaskan reputasi kredit merupakan cerminan perilaku finansial seseorang. “Dari sudut pandang perencana keuangan, masalah sering kali bukan pada produknya, tetapi pada kurangnya literasi. MOJANG hadir sebagai panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab,” jelas Akbar.
Easycash menyatakan peluncuran MOJANG merupakan bagian dari tanggung jawab industri untuk mendukung ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan. “Upaya ini jadi bagian dari komitmen bersama kita untuk memperkuat literasi keuangan agar generasi muda nggak hanya melek layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola risiko dan tanggung jawabnya sejak dini, untuk menyiapkan masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kesenjangan antara akses dan pemahaman juga terlihat pada kelompok usia muda. SNLIK 2025 mencatat kelompok usia 18–25 tahun memiliki inklusi 89,96% dengan literasi 73,22%. Usia 26–35 tahun mencatat inklusi 86,10% dengan literasi 74,04%, sedangkan usia 36–50 tahun memiliki inklusi 85,81% dan literasi 72,05%.
Data tersebut menunjukkan akses terhadap layanan keuangan sudah tinggi, namun pemahaman terkait penggunaannya belum sepenuhnya optimal. Melalui MOJANG, para pihak berharap literasi keuangan digital dapat meningkat seiring meluasnya pemanfaatan layanan keuangan di kalangan Gen Z dan milenial.

