PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menyatakan menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga risiko kredit macet agar tidak meningkat. Berdasarkan situs resmi perusahaan, Easycash mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar dalam waktu 90 hari (TKB90) sebesar 99,65% per 11 Februari 2026.
Head Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, mengatakan salah satu strategi mitigasi risiko yang dilakukan adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait layanan fintech lending. Menurutnya, penguatan pemahaman sebelum menggunakan produk diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam proses pengajuan pinjaman.
“Jadi, melakukan penguatan wawasan atau pemahaman masyarakat sebelum menggunakan produk. Hal itu diharapkan bisa mengurangi segala macam kesalahan dalam mendapatkan pinjaman,” ujar Wildan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Selain edukasi, Easycash juga mengoptimalkan teknologi untuk penilaian kelayakan kredit. Wildan menilai perusahaan perlu terus berinvestasi pada sistem analisis risiko berbasis artificial intelligence (AI) dan big data untuk memperkuat proses seleksi calon peminjam.
Ia menjelaskan, pemanfaatan AI dan big data memungkinkan perusahaan mengenali pola konsumsi serta profil risiko terkini dari calon borrower. Dengan analisis yang lebih kuat sebelum pembiayaan diberikan, perusahaan menargetkan penyaluran dana dapat disesuaikan dengan profil risiko peminjam sehingga potensi gagal bayar bisa diminimalkan.
“Lewat upaya itu, kami perkuat analisis risiko sebelum memberikan pembiayaan, supaya kami bisa menganalisis borrower yang sesuai profil risikonya. Jadi, kami mengembangkan teknologi yang kuat dan investasi lebih besar di teknologi. Dengan demikian, gagal bayar bisa termitigasi,” tuturnya.
Easycash juga menggandeng pihak ketiga untuk membantu analisis risiko calon borrower. Wildan menyebut kerja sama dilakukan dengan platform-platform yang berizin, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami kerja sama dengan platform-platform yang berizin juga. Itu salah satu langkah kami untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Wildan.
Dalam catatan perusahaan, Easycash telah membukukan total pinjaman akumulatif sejak didirikan sebesar Rp 89,89 triliun. Adapun jumlah lender aktif yang menyalurkan pendanaan melalui Easycash tercatat sebanyak 4.592.

