BERITA TERKINI
Edukator Keuangan: Suami dari Gen Z Disebut Lebih Inisiatif dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Edukator Keuangan: Suami dari Gen Z Disebut Lebih Inisiatif dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Generasi Z disebut memiliki kelebihan tersendiri dalam mengatur keuangan, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga. Edukator keuangan Aliyah Nastasya menilai, dalam sejumlah kasus yang ia temui, suami dari Gen Z justru lebih sering menjadi pihak yang mengambil inisiatif untuk merencanakan keuangan keluarga.

Aliyah menyampaikan pengamatan itu berdasarkan pengalaman bersama kliennya. Ia mengatakan pasangan dari Gen Z kerap datang untuk menyusun perencanaan keuangan, dan ketika ditanya siapa yang memulai, jawabannya adalah sang suami. Pernyataan tersebut disampaikan Aliyah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menurut Aliyah, para suami yang menjadi inisiator umumnya mengaku ingin melakukan hal yang benar bagi keluarganya. Dorongan itu, kata dia, muncul antara lain karena pengalaman pernah merasakan beban finansial atau belajar dari kesalahan orang tua dalam mengelola keuangan pada masa lalu.

Sementara itu, dari sisi para istri, Aliyah menilai banyak ibu-ibu sudah terbiasa menyiasati belanja dengan mencari harga atau promo terbaik. Ia mencontohkan pemanfaatan promo “tanggal cantik” di berbagai platform belanja, seperti promo 2.2 dan sejenisnya.

Aliyah juga menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan semakin meningkat. Ia menyebut pergeseran pola pikir dalam aspek finansial dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran merencanakan keuangan, semakin banyaknya perangkat finansial digital, serta hadirnya produk finansial yang menawarkan fleksibilitas pembayaran.

Dalam konteks perencanaan mudik, Aliyah mengatakan masyarakat kini cenderung menghitung dana yang dimiliki terlebih dahulu sebelum mencari tiket transportasi maupun akomodasi. Selain itu, reservasi dilakukan lebih awal dan masyarakat semakin gemar mencari promo terbaik.

Ia menambahkan, alokasi Tunjangan Hari Raya (THR) juga dinilai lebih direncanakan secara matang. Dengan perencanaan tersebut, setelah Lebaran masyarakat masih memiliki cadangan tabungan.

Aliyah membandingkan fenomena itu dengan kebiasaan lima hingga 10 tahun lalu. Saat itu, menurutnya, banyak orang lebih memprioritaskan pulang kampung terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana sesuai kebutuhan. Pembelian tiket transportasi juga kerap dilakukan mendekati Lebaran meski berisiko mendapatkan harga lebih mahal.

Ia menyebut pada periode tersebut THR cenderung habis dibelanjakan, dan tidak sedikit yang akhirnya mencari pinjaman setelah Lebaran karena tidak memiliki tabungan cadangan.