OKX mengumumkan Intercontinental Exchange, Inc. (ICE), operator New York Stock Exchange (NYSE), telah melakukan investasi strategis di perusahaan tersebut dengan valuasi OKX sebesar USD 25 miliar. Dalam kesepakatan ini, ICE juga akan menempati kursi di Dewan Direksi OKX.
OKX dikenal sebagai salah satu bursa aset kripto terbesar di dunia dan perusahaan teknologi Web3 dengan lebih dari 120 juta pengguna secara global. Sementara itu, ICE merupakan salah satu perusahaan infrastruktur keuangan global dan mengoperasikan NYSE.
Investasi ini disebut menjadi bagian dari langkah strategis ICE untuk memperluas keterlibatan di infrastruktur keuangan berbasis blockchain. Pada Januari 2026, ICE mengumumkan pengembangan infrastruktur perdagangan berbasis blockchain untuk sekuritas bertokenisasi. Sebelumnya, pada November 2025, ICE juga menginvestasikan USD 2 miliar ke platform pasar prediksi Polymarket dalam kesepakatan yang menilai startup tersebut senilai USD 9 miliar.
Pendiri dan CEO OKX, Star Xu, menyatakan kerja sama ini mempertemukan operator dua mesin pencocokan berkinerja tinggi dan buku order yang transparan untuk membantu membangun struktur pasar yang lebih andal. Ia menyebut kemitraan tersebut ditujukan untuk menjembatani aset digital dan ekuitas, memperkuat pembentukan harga lintas pasar, serta memenuhi standar institusional dalam manajemen risiko dan kepatuhan.
Ketua dan CEO ICE, Jeffrey C. Sprecher, mengatakan hubungan strategis dengan OKX akan memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE serta mempercepat rencana ICE untuk menawarkan infrastruktur on-chain dan aset yang ditokenisasi kepada investor di Amerika Serikat.
OKX menjelaskan kemitraan ini sebagai bagian dari inisiatif untuk mengintegrasikan infrastruktur pasar modal tradisional dengan teknologi blockchain. Kesepakatan tersebut mencakup empat pilar utama.
Pertama, rencana menghadirkan akses saham AS yang ditokenisasi dan derivatif yang tercatat di NYSE bagi pengguna OKX, yang ditargetkan meluncur pada semester kedua 2026.
Kedua, ICE akan melisensikan harga spot mata uang kripto dari OKX untuk mendukung pengembangan produk futures kripto baru.
Ketiga, kedua pihak akan mengembangkan bersama solusi kliring dan manajemen risiko berstandar institusional.
Keempat, kolaborasi pengembangan infrastruktur custody multi-chain dan sistem dompet digital generasi berikutnya.
Bersamaan dengan investasi di OKX, NYSE juga mengumumkan pengembangan Platform Sekuritas Bertokenisasi, yang ditujukan untuk membawa saham-saham AS yang terdaftar di bursa dan ETF ke atas blockchain. Platform ini dirancang untuk mendukung perdagangan 24/7, perdagangan saham fraksional, penyelesaian instan secara on-chain sebagai pengganti siklus T+2, serta opsi pendanaan berbasis stablecoin.
Melalui platform tersebut, pengguna OKX disebut akan dapat memperdagangkan saham perusahaan AS yang terdaftar di NYSE langsung dari OKX, berinvestasi secara fraksional dengan nominal berapa pun dalam dolar, dan melakukan transaksi kapan saja tanpa bergantung pada jam perdagangan pasar AS. Mekanisme penyelesaian instan melalui blockchain dan pendanaan stablecoin juga diklaim dapat mengurangi hambatan yang selama ini terkait infrastruktur perbankan tradisional.

