Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore ditutup melemah, dipicu kombinasi sentimen dari dalam negeri dan mancanegara.
IHSG terkoreksi 43,45 poin atau 0,61 persen ke level 7.048,22. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun 1,68 poin atau 0,23 persen ke posisi 715,81.
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan gabungan faktor global dan domestik. Dari sisi eksternal, pasar disebut masih dipengaruhi tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta pergerakan harga energi, terutama kenaikan harga minyak mentah.
Dari dalam negeri, Reydi menyebut perhatian investor tertuju pada kekhawatiran kenaikan inflasi dan pergerakan nilai tukar rupiah. Menurutnya, sikap investor cenderung defensif yang tercermin dari rotasi ke saham energi dan komoditas, serta mulai selektif pada saham berkapitalisasi besar.
Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat, namun kemudian bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di area merah sampai perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat tiga sektor yang menguat. Penguatan dipimpin sektor barang konsumen primer yang naik 1,32 persen, disusul sektor kesehatan yang meningkat 0,43 persen, serta sektor properti yang naik 0,33 persen.