BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Turun Tipis, Pasar Cermati Eskalasi Konflik AS-Iran dan Pelemahan Bursa Asia

IHSG Ditutup Turun Tipis, Pasar Cermati Eskalasi Konflik AS-Iran dan Pelemahan Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah, seiring pelemahan mayoritas bursa saham Asia di tengah perhatian pelaku pasar terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG turun 5,39 poin atau 0,08 persen ke posisi 7.091,67. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 1,47 poin atau 0,20 persen menjadi 717,49.

Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyatakan indeks saham di Asia pada Senin sore ditutup melemah seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kelima, meskipun terdapat upaya untuk menemukan solusi diplomatik.

Dari luar negeri, kelompok Houthi di Yaman menyebut telah menembakkan rudal ke Israel, yang menandai keterlibatan langsung pertama mereka dalam perang AS dan Israel melawan Iran. Dalam unggahan di platform X, juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan kelompok tersebut meluncurkan rentetan rudal balistik ke lokasi yang mereka sebut sebagai situs militer Israel yang sensitif, sebagai dukungan kepada Iran dan pasukan Hizbullah di Lebanon.

Serangan tersebut disebut sebagai eskalasi lanjutan dalam konflik yang dimulai dengan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah merancang skema efisiensi anggaran hingga penerapan bekerja dari rumah (WFH) sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN dan ekonomi domestik. Pemerintah mengidentifikasi tiga sektor yang dinilai rentan terdampak, yakni stabilitas energi, rantai pasok global, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Sejumlah langkah yang disiapkan untuk menekan impor migas antara lain penghematan energi serta penguatan mandat biodiesel 50 persen (B50). Rencana kebijakan tersebut diarahkan agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi yang dinilai dapat berdampak luas terhadap inflasi, sekaligus menjadi opsi untuk mencegah pelebaran defisit APBN.

Namun, untuk BBM non-subsidi diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan saat penyesuaian harga bahan bakar bulanan yang diumumkan pada 1 April 2026.

Dalam perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di teritori merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor mencatat penguatan, dipimpin sektor energi yang naik 2,31 persen. Penguatan juga terjadi pada sektor transportasi & logistik yang naik 1,45 persen serta sektor barang konsumen non primer yang menguat 1,23 persen.

Sementara itu, empat sektor melemah dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor keuangan yang turun 1,28 persen. Sektor barang baku turun 0,56 persen dan sektor properti melemah 0,48 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar adalah GSMF, NZIA, RGAS, AGII, dan YPAS. Adapun saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PTSN, FMII, FITT, BBLD, dan ASSA.

Frekuensi perdagangan tercatat 1.669.544 kali transaksi dengan volume 25,12 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp14,94 triliun. Sebanyak 272 saham menguat, 403 saham melemah, dan 149 saham tidak bergerak.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa pada sore hari menunjukkan Indeks Nikkei melemah 2.558,57 poin atau 2,92 persen ke 51.814,50. Indeks Shanghai menguat 9,56 poin atau 0,24 persen ke 3.923,29, Indeks Hang Seng turun 201,09 poin atau 0,81 persen ke 24.750,79, dan Indeks Straits Times melemah 0,92 poin atau 0,02 persen ke 4.897,26.