Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis siang (12/3). IHSG naik 39,378 poin atau 0,53% ke level 7.428,777 setelah dibuka menguat di 7.413,213.
Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif di dua zona dalam fase konsolidasi. Pada saat yang sama, bursa saham kawasan Asia pada umumnya cenderung melemah di tengah volatilitas harga minyak dunia dan berlanjutnya perang di Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang kembali ditutup melemah.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.900. Pelemahan ini terjadi setelah rupiah ditutup sebelumnya di Rp 16.865 dan tercatat terkoreksi untuk hari kedua. Sementara itu, dolar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat dua hari pada sesi global sebelumnya, seiring sikap hati-hati investor terkait berlanjutnya perang Iran dan harga minyak yang kembali meningkat.
Pada awal perdagangan, IHSG menguat 23,814 poin atau 0,32% ke level 7.413,213. Indeks LQ45 saat pembukaan naik 1,340 poin atau 0,18% ke level 753,590. Memasuki siang hari, LQ45 tercatat naik 0,74% atau 5,530 poin ke level 757,780.
Data perdagangan mencatat 272 saham menguat, 376 saham melemah, dan 164 saham stagnan.
Di kawasan, sejumlah indeks utama bergerak turun, di antaranya Nikkei yang merosot 1,92% dan Hang Seng yang melemah 1,23%.
Analis Vibiz Research Center menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan mengacu pada fundamental bursa kawasan. Untuk level teknikal, resistance mingguan disebut berada di 7.897 dan 8.134, sementara support berada di 7.156 dan 7.026 apabila terjadi tekanan jual.

