Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah pada Kamis, 12 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,37 persen atau 27 poin ke level 7.362.
Pergerakan saham didominasi pelemahan, dengan 461 saham turun, 211 saham naik, dan 149 saham tidak berubah. Dari sisi sektoral, sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,26 persen, sementara sektor barang sekunder mengalami penurunan terdalam sebesar 2,04 persen.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipengaruhi meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan depan. Pasar menantikan keputusan suku bunga yang akan diambil BI untuk Maret 2026.
BI sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Februari, yang menjadi pertemuan kelima berturut-turut tanpa perubahan. Kebijakan tersebut dilakukan setelah BI melonggarkan suku bunga total 150 basis poin sejak September 2024.
Menurut Pilarmas, para pembuat kebijakan memberi sinyal masih terdapat ruang untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut apabila kondisi memungkinkan. Langkah itu ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setelah bencana di Sumatra tahun lalu menekan aktivitas ekonomi.
Dalam perdagangan hari ini, volume transaksi tercatat 26,81 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,61 juta kali transaksi. Nilai transaksi mencapai Rp13,38 triliun, sementara kapitalisasi pasar menjadi Rp13.150 triliun.
Di tengah pelemahan IHSG, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan justru menguat. Sejumlah saham yang mendominasi penguatan antara lain ADRO, AADI, ITMG, ISAT, dan ICBP.
Selain di dalam negeri, mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga melemah pada hari yang sama. Pilarmas menyebut tekanan di pasar Asia dipengaruhi penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak.

