Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia menjadi salah satu “cahaya” atau titik terang dalam perekonomian global di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi dunia. Penilaian itu disampaikan Managing Director IMF Kristalina Georgieva dalam pertemuan IMF Spring Meetings pada Selasa (14/4).
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, mengatakan apresiasi IMF dan investor global terhadap Indonesia berkaitan dengan konsistensi pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Menurutnya, hal itu dilakukan melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, disiplin menjaga defisit di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), serta respons kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan dalam menghadapi tekanan eksternal.
Bank Indonesia juga menilai perekonomian domestik tetap berada di jalur yang tepat. Anton menyebut kondisi tersebut ditopang pertumbuhan yang solid, inflasi yang terkendali, serta intermediasi perbankan yang terus membaik.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, sambil menjaga momentum pertumbuhan yang didukung kuatnya permintaan domestik.
Anton menambahkan, bauran kebijakan yang ditempuh dinilai semakin terintegrasi, mencakup kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas, kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran guna mempercepat digitalisasi ekonomi.
Ke depan, sinergi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, likuiditas, serta disiplin fiskal diyakini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia. Anton menyatakan rangkaian pertemuan tersebut turut memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan global.
Senada dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut investor global masih menunjukkan minat kuat untuk berinvestasi di Indonesia, meski sempat muncul keraguan terkait isu fiskal. Ia mengatakan pemerintah memberikan sejumlah penjelasan untuk mengklarifikasi keraguan tersebut.
Purbaya menegaskan, secara fundamental investor tidak meragukan kondisi ekonomi Indonesia. Setelah mendapatkan penjelasan langsung, investor dinilai dapat memahami arah kebijakan yang diambil pemerintah. Ia juga menyatakan penjelasan mengenai kebijakan fundamental dinilai dapat diterima oleh para investor.