BERITA TERKINI
IMF: Perang di Timur Tengah Berisiko Menekan Pertumbuhan Ekonomi Global

IMF: Perang di Timur Tengah Berisiko Menekan Pertumbuhan Ekonomi Global

WASHINGTON DC — Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan perang di Timur Tengah berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global, sekaligus mendorong inflasi dan meningkatkan risiko resesi. Peringatan tersebut dilaporkan New York Times dalam edisi Rabu (15/4).

IMF menilai konflik yang melibatkan Iran telah mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Sebelumnya, perekonomian global dinilai relatif mampu bertahan dari dampak pandemi serta perang antara Rusia dan Ukraina.

Dalam laporan World Economic Outlook, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada tahun ini. Kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, mengatakan prospek ekonomi global memburuk seiring meningkatnya ketidakpastian dan gejolak harga energi.

IMF juga mencatat gangguan pada pasokan energi terutama terjadi di kawasan Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga minyak hingga melampaui 100 dolar AS per barel, disertai kenaikan tajam harga gas dan pupuk.

Kenaikan harga energi dan komoditas itu dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan daya beli masyarakat di berbagai negara. IMF memaparkan sejumlah skenario dampak ekonomi yang mungkin terjadi.

Dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi global dapat turun hingga 2%. Selain itu, inflasi diperkirakan dapat mencapai 6%.

IMF memperkirakan dampak paling besar akan dirasakan negara-negara berkembang. Secara keseluruhan, perekonomian global menghadapi tekanan yang semakin berat selama konflik belum mereda.