Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat menjadi 3,1% pada 2026. Proyeksi ini muncul di tengah pecahnya perang di Timur Tengah pada tahun ini, setelah sebelumnya perekonomian global dinilai mampu bertahan dari hambatan perdagangan tahun lalu.
Dalam laporannya yang dikutip Rabu (15/4/2026), IMF menyatakan proyeksi tersebut dibuat dengan asumsi konflik tetap terbatas dari sisi durasi dan cakupan. IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global berada di 3,2% pada 2027.
Selain itu, IMF memperkirakan inflasi global akan sedikit meningkat pada tahun ini, sebelum kemudian menurun pada 2027. Menurut laporan tersebut, dampak perlambatan pertumbuhan dan kenaikan inflasi diperkirakan akan lebih terasa di negara berkembang dan emerging market.
IMF juga mengingatkan bahwa apabila konflik berlangsung lebih lama atau meluas, kondisi global berpotensi menjadi semakin tidak stabil. Situasi tersebut dinilai dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan mengganggu pasar keuangan.
Risiko turut meningkat seiring tingginya utang pemerintah dan menurunnya kepercayaan terhadap institusi, yang dapat memperbesar kerentanan perekonomian global.