BERITA TERKINI
Indeks Harga Properti Komersial Bali Naik 7,79% pada Triwulan II 2025, Sewa Hotel dan Perkantoran Menguat

Indeks Harga Properti Komersial Bali Naik 7,79% pada Triwulan II 2025, Sewa Hotel dan Perkantoran Menguat

DENPASAR — Perkembangan Properti Komersial (PPKom) menunjukkan kenaikan harga properti komersial di Provinsi Bali pada triwulan II 2025. Indeks Harga Properti Komersial Bali tercatat sebesar 124,26, tumbuh 7,79% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan triwulan II 2024 yang berada di level 115,28.

Peningkatan indeks tersebut didorong oleh kenaikan indeks harga sewa pada sejumlah segmen. Sewa properti hotel tumbuh 8,65% (yoy), disusul sewa perkantoran 7,97% (yoy) dan sewa ritel 0,03% (yoy).

Di sisi lain, indeks harga sewa apartemen justru turun 16,37% (yoy). Penurunan ini dipengaruhi masuknya penyedia apartemen baru dengan harga sewa yang lebih terjangkau, sehingga pilihan hunian vertikal di Bali menjadi lebih beragam.

Kenaikan harga properti komersial juga dikaitkan dengan meningkatnya permintaan properti untuk kegiatan bisnis di Bali. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Permintaan Properti sebesar 3,72% (yoy) pada triwulan II 2025, yang didorong oleh permintaan sewa apartemen sebesar 40,43% (yoy), sewa ritel 24,44%, sewa perkantoran 13,03% (yoy), serta hotel 0,19% (yoy).

Tren permintaan tersebut selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat lapangan usaha real estate dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali pada triwulan II 2025 tumbuh 4,28% (yoy).

Sementara itu, dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial pada triwulan II 2025 tumbuh 0,07% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,32% (yoy). Pertumbuhan pasokan terutama ditopang oleh meningkatnya pasokan apartemen sewa sebesar 13,07% (yoy) dan hotel 0,34% (yoy).

Untuk mendukung pertumbuhan properti yang berkualitas, Bank Indonesia mendorong pembiayaan perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan properti, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.