BERITA TERKINI
Indo Premier Luncurkan IPOT Views, Dorong Investor Beralih dari Narasi ‘Bandar’ ke Analisis Berbasis Data

Indo Premier Luncurkan IPOT Views, Dorong Investor Beralih dari Narasi ‘Bandar’ ke Analisis Berbasis Data

Ketergantungan investor ritel pada narasi “bandar saham” masih menjadi fenomena dominan di pasar modal Indonesia. Di tengah arus informasi yang cepat dan kerap tidak terverifikasi, banyak investor mengambil keputusan berdasarkan data yang bersifat terlambat, seperti broker summary, tanpa memahami kondisi fundamental pasar.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan fitur riset terbaru bernama IPOT Views di aplikasinya. Fitur ini ditujukan untuk membantu investor beralih dari pola spekulatif menuju pendekatan yang lebih terukur melalui data dan analisis.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menyebut sebagian investor ritel merasa telah mengikuti pergerakan pelaku pasar besar, padahal sebenarnya hanya merespons informasi yang sudah usang. “Banyak investor merasa sedang mengikuti pergerakan ‘bandar’, padahal mereka hanya bereaksi terhadap data masa lalu yang sudah tertinggal,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, fenomena tersebut kerap berawal dari penggunaan broker summary yang pada dasarnya merupakan rekap transaksi setelah pasar ditutup. Dalam praktiknya, data ini sering dipelintir menjadi narasi seolah-olah terjadi akumulasi oleh bandar, sehingga mendorong investor ritel masuk pada waktu yang kurang tepat.

Dampaknya, tidak sedikit investor terjebak dalam siklus euforia dan kepanikan. Ketika harga berbalik arah, keputusan yang tidak ditopang analisis kuat dapat berujung pada aksi jual panik yang merugikan.

Melalui IPOT Views, Indo Premier menyatakan menghadirkan riset berstandar institutional-grade yang lazim digunakan oleh asset management dan investor institusi. Platform ini menggabungkan analisis fundamental, makroekonomi, serta struktur pasar untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh kepada investor.

Selain riset, IPOT juga memperkuat akses terhadap data real-time berbasis order flow dan live orderbook. Dengan transparansi yang lebih tinggi, investor diharapkan dapat membaca pergerakan pasar secara lebih akurat dan mengurangi ketergantungan pada informasi yang sudah tidak relevan.

Di sisi lain, perusahaan menyebut terus memperkuat infrastruktur teknologi. Dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun, IPOT menghadirkan berbagai fitur untuk meningkatkan pengalaman investasi, termasuk fitur xRDN yang disebut memberikan potensi imbal hasil sekitar 2 persen per tahun dari dana menganggur.

Sergio menegaskan keputusan investasi semestinya tidak didasarkan pada tren sesaat atau tekanan komunitas, melainkan pada analisis yang matang dan data yang valid. “Jangan lagi mengambil posisi trading hanya karena ramai di komunitas atau terjebak ilusi broker summary,” katanya.

Peluncuran IPOT Views diklaim menjadi bagian dari upaya mendorong investor ritel Indonesia meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dari sekadar mengikuti arus menjadi lebih rasional dan berbasis strategi, di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks.