BERITA TERKINI
Inisiatif Ocean Centres Resmi Dimulai di Indonesia, Dorong Ekonomi Kelautan Aman dan Berkelanjutan

Inisiatif Ocean Centres Resmi Dimulai di Indonesia, Dorong Ekonomi Kelautan Aman dan Berkelanjutan

Inisiatif Ocean Centres resmi dimulai di Indonesia setelah peluncuran globalnya pada Konferensi Laut PBB 2025 di Nice. Kick-off di Indonesia digelar melalui acara yang diselenggarakan UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) dengan dukungan dan kolaborasi strategis Kementerian PPN/Bappenas.

Acara tersebut mempertemukan pemimpin dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, serikat pekerja, asosiasi, sektor keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong terwujudnya ekonomi kelautan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan keamanan laut dan keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi pembangunan ekonomi biru Indonesia. Menurutnya, Ocean Centre Indonesia menjadi wadah untuk menyatukan kepakaran dan komitmen lintas sektor dalam kerangka kolaborasi yang konkret.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. T. Sambodo menyoroti peran strategis Indonesia dalam mendorong ekonomi kelautan yang aman dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta menyambut keselarasan Ocean Centres dengan Roadmap Blue Economy RI (2023–2045). Ia juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung dan terlibat aktif sebagai bagian dari agenda nasional menuju tata kelola kelautan yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Ocean Centres merupakan inisiatif jangka panjang dari UN Global Compact’s Ocean Stewardship Coalition (OSC) yang didukung Lloyd’s Register Foundation. Pusat-pusat ini telah dibentuk di tujuh negara, yakni Brasil, Ghana, Kenya, India, Bangladesh, Indonesia, dan Filipina, dengan rancangan yang ditujukan untuk menjawab tantangan keselamatan di tingkat regional serta mendorong solusi yang dipimpin secara lokal.

Ocean Centre telah resmi diluncurkan di India dan Filipina, disusul Indonesia. Peluncuran di Ghana, Kenya, dan Bangladesh direncanakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2025.

Senior Programme Manager Lloyd’s Register Foundation Dagmara Karbowska menyatakan keselamatan laut merupakan prasyarat mendasar bagi terciptanya ekonomi laut yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menambahkan dukungan lembaganya terhadap Ocean Centres mencerminkan komitmen untuk membangun kapasitas lokal serta memperkuat ketahanan industri dan komunitas maritim di berbagai negara.

Dari UN Global Compact, Head Ocean Stewardship Coalition sekaligus Senior Advisor Ocean Centers Erik Giercksky menyebut Ocean Centres sebagai platform katalis untuk mendorong aksi nyata lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola laut yang adil, aman, dan berkelanjutan. Ia mengatakan kehadiran pusat ini di Indonesia merupakan bagian penting dari komitmen global untuk mempercepat transformasi maritim.

Inisiatif Ocean Centres di Indonesia berfokus pada empat area aksi utama, yakni perkapalan dan pelabuhan, perikanan tangkap dan budidaya, energi terbarukan lepas pantai, serta keuangan dan investasi. Keempat area tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan strategis nasional dan hasil konsultasi dengan para pemangku kepentingan.

Direktur Eksekutif IGCN Josephine Satyono menyampaikan keyakinannya bahwa ketika keselamatan dan keberlanjutan ditempatkan sebagai nilai dasar, bukan semata kewajiban regulatif, langkah itu tidak hanya memperkuat industri, tetapi juga membangun masa depan yang lebih adil dan berdaya tahan.

Rangkaian peluncuran turut mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bappenas dan IGCN, deklarasi dukungan dari perusahaan, serta diskusi panel dan sesi dialog yang melibatkan pelaku industri, regulator, asosiasi pekerja dan pengusaha, organisasi nonpemerintah, dan akademisi.

President UN Global Compact Network Indonesia Y.W. Junardy menyatakan perubahan sistemik hanya dapat terjadi bila dilakukan secara kolektif dan inklusif. Ia mengajak Champion Companies, Knowledge Partners, Ally Partners, serta lembaga pemerintah untuk bersama-sama menyusun kebijakan, mendukung regulasi, dan memperkuat ekosistem bisnis yang bertanggung jawab.