Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 diperkirakan akan berdampak pada peningkatan angka kemiskinan. Kondisi ini menambah tantangan pemulihan di wilayah terdampak, termasuk Aceh, yang membutuhkan langkah penanganan dan perencanaan pemulihan yang terarah.
Dalam konteks pemulihan pascabanjir di Aceh, BP Taskin dan DEA disebut merancang sistem ekonomi sebagai bagian dari upaya pemulihan. Perancangan tersebut diposisikan untuk membantu merespons dampak sosial-ekonomi yang muncul setelah bencana, terutama di tengah proyeksi meningkatnya kemiskinan.
Dengan adanya prediksi tekanan pada kondisi ekonomi masyarakat, langkah pemulihan tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga pada upaya membangun kembali aktivitas ekonomi agar masyarakat terdampak dapat kembali pulih.

