BERITA TERKINI
Inovasi Sabun Cuci Piring ECOPIL, Mahasiswa UNJA Lolos Pendanaan P2MW Nasional 2025

Inovasi Sabun Cuci Piring ECOPIL, Mahasiswa UNJA Lolos Pendanaan P2MW Nasional 2025

Mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) kembali meraih capaian dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tingkat Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Salah satu tim UNJA dinyatakan lolos pendanaan nasional melalui proposal usaha berjudul “ECOPIL: Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Sabut Pinang, Lerak, dan Eco Enzyme”.

Pengumuman kelulusan pendanaan P2MW disampaikan secara daring melalui media sosial Instagram pada Jumat (11/7/25). Program P2MW 2025 dijadwalkan berlangsung hingga November 2025.

P2MW tahun ini diikuti 4.114 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim UNJA yang lolos dipimpin Nashwa Aaqilah Zaneta Akmal (Program Studi Ekonomi Pembangunan, angkatan 2024) dengan anggota Salma Desma Anggraini (Ekonomi Pembangunan, 2024), Rts. Yaffa Raisa Zazkia (S1 Akuntansi, 2023), Syalwa Nayla Safitri (Teknologi Hasil Pertanian, 2023), serta Mutia Astika (Teknologi Hasil Pertanian, 2023).

Dosen pendamping, Dr. Yayuk Sriayudha, S.P., M.M., menyampaikan apresiasi atas pengembangan produk tersebut. Ia berharap ECOPIL dapat menjadi contoh kolaborasi antara dunia akademik dan kewirausahaan dalam menghadirkan inovasi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Nashwa menyatakan timnya menargetkan ECOPIL tidak hanya menjadi alternatif sabun cuci piring rumah tangga yang aman dan alami, tetapi juga membuka peluang bisnis sosial. Menurutnya, pengembangan produk diarahkan untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus memberdayakan petani pinang dan komunitas pemilik usaha minuman jus di Jambi.

ECOPIL disebut sebagai hasil hilirisasi riset dari dosen pendamping berjudul “Pengaruh Pengetahuan, Nilai Konsumen, Norma Subjektif, dan Kontrol Perilaku terhadap Perilaku Pembelian Produk Ramah Lingkungan dengan Sikap sebagai Variabel Intervening” yang terbit pada 2024. Temuan riset tersebut kemudian dikembangkan menjadi produk sabun cuci piring yang memanfaatkan limbah sabut pinang, buah lerak, serta limbah kulit buah jeruk agar memiliki nilai tambah dan nilai jual.

Untuk memastikan keamanan dan mutu produk, tim juga melakukan uji laboratorium di BPOM dan Laboratorium FKIK. Ke depan, tim berencana memberdayakan petani lokal sebagai penyedia bahan baku dan menjalin kerja sama dengan komunitas lokal untuk kegiatan pemasaran, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan produk lokal yang ramah lingkungan.