BERITA TERKINI
UMS Gelar Forum Sinergi Akademisi-UKM untuk Perkuat Inovasi dan Daya Saing Bisnis Berkelanjutan

UMS Gelar Forum Sinergi Akademisi-UKM untuk Perkuat Inovasi dan Daya Saing Bisnis Berkelanjutan

Pusat Studi Inovasi, Kewirausahaan, dan Kewirausahaan Sosial (Puswirasos) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Forum Sinergi Akademisi-UKM: Penguatan Inovasi dan Daya Saing Bisnis Berkelanjutan pada Sabtu (14/2) di Ruang Rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Surakarta. Forum ini mempertemukan akademisi dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mendorong kolaborasi antara kampus dan dunia usaha.

Ketua Puswirasos UMS, Soepatini, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UKM yang hadir. Menurutnya, keterlibatan praktisi dinilai penting untuk memberi gambaran nyata dunia bisnis kepada mahasiswa.

“Kami mengapresiasi bapak ibu pelaku UKM yang sudah hadir. Semoga pengalaman panjenengan yang terjun langsung ke bisnis bisa memberi motivasi kepada mahasiswa untuk berani memulai dan mengembangkan usaha,” ujar Soepatini pada Jumat (20/2).

Dalam sesi materi, Maliyana Nur Wijayanti, S.Pd., M.M., menekankan perlunya penguatan manajemen dasar serta strategi yang bertumpu pada data. Ia menyoroti pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pencatatan yang rapi, serta pemasaran berbasis data sebagai langkah agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM harus memisahkan keuangan usaha dan pribadi, menyusun pencatatan yang rapi, serta membangun strategi pemasaran berbasis data agar usaha bisa berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemateri berikutnya, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.Sos., S.E., M.M., CMA, menegaskan peran perguruan tinggi dalam penguatan UKM melalui riset, pendampingan, dan inkubasi bisnis. Ia juga memaparkan rencana magang terstruktur, sertifikasi kewirausahaan, serta penguatan soft skills dan business mindset mahasiswa.

“Perguruan tinggi harus hadir melalui riset, pendampingan, dan inkubasi bisnis agar kolaborasi dengan UMKM benar-benar memberi dampak nyata bagi mahasiswa dan pelaku usaha,” tegasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah pelaku UKM menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari lemahnya digital marketing, keterbatasan manajemen ekspor, hingga kesiapan mental mahasiswa saat menjalani magang.

Salah satu peserta, Yani Mardiyanto, meminta agar konsep pembelajaran lebih aplikatif sehingga dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja. Ia menilai lulusan perlu lebih siap secara praktik, terutama dalam akuntansi dan manajemen usaha.

“Tolong akademisi memberikan perubahan konsep pembelajaran agar bisa diterapkan saat kerja,” ungkapnya.

Menanggapi masukan tersebut, Prof. Kussudyarsana, Guru Besar UMS Bidang Ilmu Manajemen Strategi Kewirausahaan dan Tata Kelola Perusahaan Keluarga, menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk melakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan ilmu, mental, dan kesiapan praktik sebelum terjun ke magang.

“Mahasiswa harus dipersiapkan dengan ilmu, mental dan kesiapan praktik sebelum terjun ke dunia magang agar benar benar siap menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis,” ujarnya.

Menurutnya, forum tersebut menghasilkan komitmen untuk menyusun profiling kebutuhan UKM, memperkuat sistem magang berbasis kinerja, serta membangun pendampingan bisnis yang terukur. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa sekaligus memperkuat daya saing pelaku UKM secara berkelanjutan.