Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis kajian berjudul Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN). Studi tersebut mengestimasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, serta program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah sepanjang 2018–2024.
Hasil kajian itu dipaparkan dalam pertemuan diskusi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tokoh media dan wartawan senior bersama PT AMMAN NTB di Mataram, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, akademisi dari Universitas Indonesia menyampaikan temuan penelitian yang disebut dilakukan selama tujuh tahun terkait dampak ekonomi keberadaan AMMAN di daerah dan nasional.
Dalam kajiannya, LPEM FEB UI menggunakan pendekatan Inter-Regional Input-Output (IRIO) dan kerangka economic multiplier untuk mengukur dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN. Pendekatan ini memperhitungkan dampak langsung, seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor dan pemasok, serta dampak tidak langsung yang muncul ketika pemasok meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Melalui keterkaitan antarsektor dan antarwilayah, rangkaian aktivitas tersebut dinilai memunculkan efek berganda tidak hanya di wilayah lokasi operasi AMMAN, tetapi juga pada wilayah lain yang terhubung dalam rantai pasok.
Kajian LPEM FEB UI mencatat AMMAN sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sepanjang periode kajian, aktivitas AMMAN disebut menghasilkan tambahan output ekonomi di NTB sebesar Rp224,3 triliun dan berkontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi sebesar Rp147 triliun. Rata-rata kontribusi tersebut setara sekitar Rp21 triliun per tahun atau 13,3% dari total PDRB NTB atas dasar harga berlaku.
Secara khusus pada 2024, kontribusi AMMAN terhadap PDRB Provinsi NTB diperkirakan mencapai Rp40,6 triliun, atau 22,3% dari total PDRB NTB atas dasar harga berlaku dalam harga nominal.
Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, Uka Wikarya, menyebut dampak aktivitas AMMAN tidak hanya terlihat pada indikator makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Ia mencontohkan kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan yang mendorong aktivitas petani, peternak, serta penyedia bahan pangan lokal, termasuk kebutuhan logistik dan jasa lain yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor.
Studi tersebut juga mencatat dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Sepanjang periode kajian, aktivitas perusahaan disebut meningkatkan pendapatan pekerja rumah tangga di NTB sebesar Rp59 triliun, atau setara rata-rata Rp8,4 triliun per tahun. Peningkatan pendapatan itu dinilai turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan di NTB, terutama di daerah sekitar operasional perusahaan.
Dari sisi fiskal, kajian menyoroti peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui naiknya transfer dari pemerintah pusat, termasuk dana bagi hasil (DBH), serta peningkatan aktivitas ekonomi yang secara tidak langsung mendorong penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Adapun terkait ketenagakerjaan, kajian mencatat aktivitas AMMAN menimbulkan efek berganda yang menciptakan rata-rata sekitar 36,5 ribu lapangan kerja per tahun di Provinsi NTB. Pada 2024, kesempatan kerja dari dampak langsung dan tidak langsung disebut mencapai lebih dari 72 ribu pekerjaan, tersebar di sektor pangan, konstruksi, transportasi, dan jasa lain yang terhubung dengan rantai pasok perusahaan. Kontribusi tersebut dinilai membantu menekan tingkat pengangguran di wilayah ini.
Selain itu, pembangunan fasilitas smelter di NTB disebut menjadi tonggak penting untuk memperkuat hilirisasi industri pertambangan nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri. Keberadaan smelter itu diharapkan memperkuat struktur industri regional, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan di NTB.

