BERITA TERKINI
Kedelai CBOT Turun, Pasar Cermati Permintaan China dan Panen Brasil

Kedelai CBOT Turun, Pasar Cermati Permintaan China dan Panen Brasil

BEIJING — Harga kontrak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah pada perdagangan Rabu, di tengah ketidakpastian prospek permintaan dari China serta tekanan pasokan dari panen kedelai yang sedang berlangsung di Brasil.

Kontrak kedelai paling aktif di CBOT turun sekitar 0,09% menjadi US$11,69½ per bushel pada pukul 04.00 GMT. Pelaku pasar bersikap hati-hati menilai arah permintaan dari China, yang merupakan importir kedelai terbesar di dunia.

Pasar juga memantau peluang kembalinya permintaan China setelah negara itu dilaporkan memenuhi target pembelian kedelai sebesar 12 juta metrik ton yang sebelumnya dijanjikan kepada Amerika Serikat. Namun, sejumlah pedagang masih meragukan adanya peningkatan permintaan dalam waktu dekat karena harga kedelai asal AS dinilai relatif tinggi.

Di sisi lain, media internasional melaporkan negosiator perdagangan utama Amerika Serikat dan China dijadwalkan bertemu pada pertengahan Maret. Agenda tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping masih berjalan, meski ketegangan geopolitik meningkat menyusul serangan militer AS terhadap Iran.

Konflik di Timur Tengah sebelumnya sempat memberi sentimen dukungan bagi pasar kedelai dan biji-bijian dalam beberapa sesi perdagangan.

Sementara itu, kontrak gandum di CBOT naik sekitar 0,35% menjadi US$5,76 per bushel. Kenaikan ini terjadi meski kondisi cuaca di wilayah sentra produksi gandum AS mulai membaik dan pasokan global masih dinilai melimpah.

Hujan di wilayah sabuk gandum AS membantu memperbaiki kondisi tanaman dan cenderung menekan harga. Namun analis menyebut kekeringan di sejumlah area tetap menjadi perhatian pasar.

Pada komoditas lain, kontrak jagung di CBOT naik tipis sekitar 0,06% menjadi US$4,46¾ per bushel, ditopang permintaan ekspor yang masih kuat. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengonfirmasi adanya penjualan swasta sebesar 196.000 metrik ton jagung AS untuk pengiriman ke tujuan yang tidak diungkapkan pada tahun pemasaran 2025/2026.

Meski demikian, pedagang melaporkan dana komoditas tercatat sebagai penjual bersih kontrak berjangka jagung, gandum, dan kedelai di CBOT pada perdagangan Selasa. Kondisi itu mencerminkan kehati-hatian investor terhadap dinamika pasar komoditas global.