Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmennya untuk membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan bisnis di tengah dinamika perekonomian global. Ia menegaskan kesiapan untuk berperan aktif mencari solusi atas hambatan yang dihadapi pengusaha, terutama yang berkaitan dengan pembiayaan dan stabilitas sektor keuangan.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam sebuah forum diskusi bersama para pengusaha. Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui dunia usaha kerap dihadapkan pada sejumlah kendala, mulai dari akses permodalan, ketidakpastian pasar, hingga tekanan ekonomi global yang dapat memengaruhi keberlanjutan bisnis.
Purbaya menilai sektor usaha merupakan salah satu motor penting penggerak perekonomian nasional. Karena itu, hambatan yang muncul perlu direspons dengan solusi yang konkret agar aktivitas bisnis tetap berjalan dan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan, peran LPS tidak hanya menjamin simpanan nasabah perbankan, tetapi juga berkepentingan menjaga stabilitas sistem keuangan. Menurutnya, stabilitas tersebut berkaitan erat dengan kondisi dunia usaha karena sektor bisnis menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.
Dalam forum itu, Purbaya juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara regulator dan pelaku usaha. Ia menilai dialog yang intensif dapat membantu pemerintah dan lembaga keuangan memahami persoalan yang dihadapi pengusaha secara lebih mendalam, sehingga kebijakan ekonomi dapat dirancang lebih tepat sasaran.
Di hadapan peserta forum, Purbaya sempat menyampaikan seloroh saat menggambarkan perannya dalam membantu pengusaha. “Kalau ada masalah, saya akan coba bantu carikan jalan keluarnya. Saya ini setingkat Abu Nawas,” ujarnya. Tokoh yang dimaksud merujuk pada karakter legendaris yang dikenal cerdik dan kreatif dalam memecahkan persoalan.
Pernyataan bernada ringan itu, menurut Purbaya, mencerminkan kesiapannya mencari berbagai alternatif solusi menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. Ia menekankan kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha penting untuk menjaga iklim bisnis tetap kondusif.
Di sisi lain, para pengusaha turut menyampaikan sejumlah tantangan yang mereka hadapi, seperti kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu, perubahan regulasi, serta meningkatnya tekanan biaya produksi. Situasi tersebut mendorong banyak perusahaan melakukan penyesuaian strategi agar tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menanggapi hal itu, Purbaya menilai adaptasi dan inovasi menjadi kunci bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi. Ia juga mendorong pelaku usaha meningkatkan daya saing serta memanfaatkan peluang yang muncul di tengah transformasi ekonomi.
Selain itu, ia menegaskan stabilitas sektor keuangan tetap menjadi prioritas. LPS, kata Purbaya, akan terus menjalankan perannya dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan, yang dinilai menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi, termasuk dalam mendukung pembiayaan dunia usaha.
Purbaya berharap komunikasi antara regulator dan pelaku bisnis dapat terus diperkuat. Dengan dialog terbuka, persoalan di sektor usaha dinilai bisa diidentifikasi lebih awal sehingga solusi yang tepat dapat segera dirumuskan.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia. Dengan komitmen tersebut, Purbaya menyatakan optimistis berbagai tantangan dunia usaha dapat diatasi melalui kerja sama dan pendekatan solusi yang kreatif.

