BERITA TERKINI
Kredit Pintar Klaim Penyaluran Pinjaman Rp 9,5 Triliun, Dorong Literasi Keuangan Lewat Program di Subang

Kredit Pintar Klaim Penyaluran Pinjaman Rp 9,5 Triliun, Dorong Literasi Keuangan Lewat Program di Subang

JAKARTA — Literasi keuangan dinilai semakin penting, terutama bagi ibu sebagai pengelola keuangan keluarga, di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital yang menawarkan berbagai pilihan pembiayaan. Kemudahan tersebut membuka peluang, namun sekaligus menuntut pemahaman agar keputusan finansial tetap sesuai kemampuan.

Berangkat dari kebutuhan itu, Kredit Pintar menggelar program “Kelas Pintar Bersama” di Subang, Jawa Barat, Sabtu (14/2/2026). Program ini disebut sebagai bagian dari upaya perusahaan memperluas literasi keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang mayoritas ibu rumah tangga diajak memahami pentingnya mengenali jenis pinjaman, risiko pembiayaan, serta prinsip pengelolaan uang secara bijak. Edukasi ini diarahkan agar keluarga memiliki perencanaan keuangan yang lebih terarah dan terhindar dari beban finansial berlebihan.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menyatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam penggunaan layanan pinjaman berbasis teknologi.

“Kegiatan ini telah menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan yang aman dan bertanggung jawab. Melalui sesi edukatif dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya membuat perencanaan keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memilih produk pinjaman sesuai kemampuan finansial,” ujar Puji dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Puji menilai literasi keuangan menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga, terlebih saat layanan keuangan digital semakin mudah diakses masyarakat. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan tidak mudah tertipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, meminjam sesuai kapasitas, dan menjaga kondisi keuangan tetap sehat tanpa beban berlebih.

Program literasi keuangan tersebut dinilai semakin relevan seiring berkembangnya layanan keuangan berbasis teknologi. Akses pinjaman digital yang lebih cepat dan fleksibel, menurut perusahaan, perlu diimbangi kesiapan masyarakat dalam memahami konsekuensi finansialnya.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, mulai dari perencanaan anggaran, pengenalan jenis pinjaman, hingga pentingnya menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan membayar. Kredit Pintar menyatakan kampanye ini dirancang agar masyarakat menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, kritis, dan terlindungi.