Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo menyampaikan peran fintech dalam industri pasar modal terus meningkat, seiring dominasi investor ritel dan bertambahnya investor muda yang terbiasa bertransaksi secara digital.
Per April 2022, total jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 8,6 juta. Dari jumlah tersebut, 99,58% merupakan investor ritel atau sekitar 8,56 juta investor, sementara sisanya adalah investor institusi.
Dari total investor ritel itu, hampir 77% atau tepatnya 76,79% tercatat memiliki rekening di selling agent (agen penjual) fintech. Jumlahnya sekitar 6,61 juta investor. Mayoritas merupakan investor individu, yakni lebih dari 6,6 juta investor, sedangkan investor institusi yang berinvestasi melalui fintech tercatat 285.
Dari sisi dana kelolaan reksadana, KSEI mencatat asset under management (AUM) reksadana melalui selling agent fintech per April 2022 meningkat 33% dibanding posisi Desember 2021.
Aktivitas transaksi reksadana melalui fintech juga menunjukkan frekuensi yang tinggi. Sepanjang 2021, total transaksi subscription reksadana melalui fintech mencapai 18.480.881 kali. Sementara itu, sepanjang 2022 hingga April, frekuensi subscription sudah mendekati 8,5 juta kali. Untuk transaksi redemption, sepanjang 2021 tercatat sekitar 7,6 juta kali, sedangkan sepanjang 2022 hingga April mencapai 2,8 juta kali.
Uriep menjelaskan, reksadana yang paling diminati investor melalui fintech adalah reksadana pasar uang (money market fund). Secara industri, jumlah investor reksadana pasar uang mencapai sekitar 2,25 juta. Dari angka itu, investor reksadana pasar uang yang bertransaksi melalui fintech sudah sekitar 2,094 juta investor.
Adapun dana kelolaan reksadana pasar uang secara industri tercatat Rp111 triliun per April 2022. Dari jumlah tersebut, AUM yang melalui fintech sebesar Rp7,4 triliun.
Instrumen berikutnya yang banyak dipilih adalah reksadana pendapatan tetap (fixed income fund), disusul reksadana saham (equity fund). Untuk AUM reksadana pendapatan tetap, total industri per April 2022 tercatat Rp152 triliun, sementara yang melalui selling agent fintech sebesar Rp8,56 triliun.
Hingga saat ini, terdapat 17 selling agent fintech yang terdaftar di KSEI. Uriep menilai kontribusi fintech akan terus membesar meski porsi dana kelolaan melalui fintech masih relatif kecil dibanding total industri.
Menurutnya, tren tersebut didorong komposisi investor yang semakin muda. Dari total 8,6 juta investor pasar modal per April 2022, sekitar 80% berada pada kelompok generasi Z dan milenial. Rinciannya, investor berusia di bawah 30 tahun menyumbang 60,29% dari total investor individu, sedangkan kelompok usia 31–40 tahun berkontribusi 21,59%.
Untuk mendukung perkembangan tersebut, KSEI menyiapkan infrastruktur guna meningkatkan layanan dan efisiensi industri. Salah satu fokusnya adalah penyederhanaan pembukaan rekening serta administrasi know your customer (KYC), sejalan dengan kebutuhan investor yang mengutamakan proses transaksi yang praktis dan cepat.

