BERITA TERKINI
Lima UMKM Bandung yang Sukses Bangun Pasar, dari Kopi Nostalgia hingga Keripik Tempe Modern

Lima UMKM Bandung yang Sukses Bangun Pasar, dari Kopi Nostalgia hingga Keripik Tempe Modern

Bandung kerap melahirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Sejumlah kisah UMKM lokal menunjukkan bahwa kreativitas, ketekunan, serta strategi pemasaran yang tepat dapat membantu usaha membangun merek dan pasar, baik secara luring maupun daring.

Berikut lima contoh UMKM di Bandung yang disebut berhasil mengembangkan usahanya dengan karakter produk dan pendekatan pemasaran masing-masing.

1. Warung Kopi Toko Djawa: kopi lokal bernuansa tempo dulu
Warung Kopi Toko Djawa disebut berawal dari sebuah toko buku tua dan kini dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong di kawasan Braga. Usaha ini mengusung konsep klasik tempo dulu untuk menciptakan suasana yang menarik bagi anak muda maupun wisatawan. Produk yang ditawarkan meliputi kopi lokal, roti “jadoel”, hingga merchandise khas Bandung.

2. Sangu Bu Iis: rice bowl rumahan yang berkembang jadi beberapa cabang
Sangu Bu Iis merupakan UMKM kuliner yang disebut memulai usaha dari dapur rumah, lalu berkembang hingga memiliki cabang di beberapa titik di Bandung. Menu utamanya berupa rice bowl khas Sunda dengan harga terjangkau. Nama yang mudah diingat, kemasan, serta rasa yang dinilai otentik menjadi daya tarik bagi pelanggan.

3. Kainara: fashion muslimah yang menembus marketplace
Kainara menjadi contoh UMKM fashion Bandung yang disebut berhasil menjangkau pasar melalui platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Merek ini berfokus pada pakaian muslimah yang simpel, nyaman, dan berkualitas. Kainara disebut didirikan oleh dua ibu rumah tangga dan kini memiliki ribuan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.

4. Gowell Herbal: produk kesehatan alami dengan pendekatan edukatif
Gowell Herbal bergerak di bidang herbal dan kesehatan alami. Strategi yang disebut dijalankan adalah membangun kepercayaan konsumen melalui branding edukatif di media sosial dan komunitas. Dalam pemasarannya, Gowell Herbal memanfaatkan marketplace, WhatsApp Business, serta jaringan reseller lokal.

5. Gembu Snack: keripik tempe dengan kemasan modern
Gembu Snack memproduksi keripik tempe dengan pendekatan produk yang lebih modern, termasuk dari sisi kemasan. UMKM ini disebut telah masuk ke jaringan ritel minimarket dan toko oleh-oleh di Bandung, sekaligus memasarkan produknya melalui e-commerce.

Faktor yang disebut mendorong keberhasilan UMKM
Dari sejumlah contoh tersebut, beberapa faktor yang kerap dikaitkan dengan keberhasilan UMKM Bandung antara lain penguatan branding yang konsisten, pemanfaatan media sosial secara aktif (seperti Instagram, TikTok, dan siaran langsung di platform belanja), keterlibatan dalam komunitas maupun pameran UMKM, serta kemampuan beradaptasi dengan tren—mulai dari kemasan hingga penggunaan pembayaran digital.

Langkah awal memulai usaha
Bagi calon pelaku usaha yang ingin mengikuti jejak UMKM yang berkembang, beberapa langkah dasar yang disarankan mencakup penentuan niche yang jelas, penggunaan desain logo dan kemasan yang profesional sejak awal, memanfaatkan pelatihan gratis yang tersedia, serta mendaftarkan usaha ke marketplace dan aktif di komunitas digital.

Program dukungan UMKM di Bandung
Disebutkan pula bahwa Pemerintah Kota Bandung mendukung pelaku UMKM melalui sejumlah program, seperti bantuan modal (hibah atau pinjaman lunak), pelatihan bisnis gratis melalui dinas koperasi, serta pameran dan bazar UMKM yang rutin digelar di sejumlah lokasi. Informasi program terbaru dapat diakses melalui situs resmi Pemerintah Kota Bandung.

Kisah-kisah UMKM tersebut menggambarkan bahwa membangun bisnis dari nol membutuhkan fokus, inovasi, dan konsistensi. Di tengah tantangan, peluang tetap terbuka bagi pelaku usaha yang mampu membaca pasar dan mengembangkan strategi yang relevan.