Literasi keuangan dinilai tidak lagi memadai jika hanya diajarkan sebagai satu mata pelajaran tunggal di ruang kelas. Upaya membangun pemahaman dan kebiasaan finansial yang sehat perlu didorong lebih luas, mulai dari lingkungan keluarga hingga bangku sekolah.
Pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran soal uang, perencanaan, dan pengambilan keputusan finansial tidak cukup berhenti pada materi pelajaran, melainkan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembiasaan sehari-hari.
Dengan demikian, penguatan literasi keuangan diharapkan dapat terbentuk melalui peran bersama antara rumah dan sekolah, sehingga pemahaman finansial tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan praktik kehidupan.

