Literasi keuangan dinilai sebagai keterampilan hidup yang penting untuk membentuk masa depan seseorang. Pemahaman tentang nilai uang, cara mengelola pengeluaran, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan disebut perlu ditanamkan sejak dini. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajarinya, terutama mereka yang tumbuh dengan keterbatasan lingkungan dan akses pendidikan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan Mizan Amanah. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi literasi keuangan dasar secara sederhana dan aplikatif agar dapat diterapkan dalam keseharian anak-anak.
Materi utama yang disampaikan berfokus pada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Anak-anak diajak memahami bahwa kebutuhan merupakan hal yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan, seperti makanan, pendidikan, dan pakaian. Sementara itu, keinginan dipahami sebagai hal tambahan yang tidak selalu harus dipenuhi secara langsung.
Melalui diskusi interaktif dan contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menentukan prioritas dalam menggunakan uang. Mereka juga diajak memahami bahwa mengelola keuangan bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan, melainkan belajar mengatur waktu dan cara yang tepat untuk mewujudkannya. Dari proses tersebut, anak-anak dilatih berpikir lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang yang dimiliki.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilengkapi dengan praktik pembuatan celengan. Sesi ini menarik perhatian anak-anak karena melibatkan kreativitas dan keterampilan tangan. Celengan yang dibuat kemudian digunakan sebagai simbol awal pembiasaan menabung.
Melalui penggunaan celengan, anak-anak diajarkan bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah besar. Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin, meski kecil, dipandang sebagai langkah awal membangun kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Setiap uang yang disimpan menjadi bentuk komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai di masa depan.
Dalam sesi refleksi, anak-anak juga diminta berbagi cerita tentang cita-cita dan harapan mereka. Sejumlah anak menyampaikan keinginan untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, memiliki profesi tertentu, dan mampu membantu orang lain di masa depan. Pada sesi ini, literasi keuangan diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk membantu mereka menyusun langkah-langkah kecil menuju impian tersebut.
Bagi tim pelaksana, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, tetapi juga pengalaman pembelajaran yang bermakna. Interaksi langsung dengan anak-anak panti asuhan memperlihatkan bahwa edukasi yang tepat sasaran dapat memberi dampak positif jangka panjang. Literasi keuangan dipandang bukan semata soal pengelolaan angka, melainkan juga pembentukan karakter disiplin, perencanaan, dan tanggung jawab.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi membangun masa depan yang lebih baik. Dengan pemahaman keuangan yang sederhana serta kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak di Panti Asuhan Mizan Amanah diharapkan dapat mengelola sumber daya yang dimiliki secara bijak dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, menabung tidak hanya dimaknai sebagai menyimpan uang, tetapi juga menyimpan harapan. Melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, anak-anak diajak memahami bahwa impian dapat diraih melalui proses dan usaha berkelanjutan.

