BERITA TERKINI
Mengenal Fintech: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Mengenal Fintech: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya

Fintech, singkatan dari financial technology atau teknologi keuangan, merujuk pada aplikasi seluler, perangkat lunak, dan teknologi lain yang memungkinkan pengguna maupun perusahaan mengakses serta mengelola keuangan secara digital. Istilah ini juga kerap dipakai bergantian dengan “startup fintech”, yakni perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan/atau penyediaan produk dan layanan fintech.

Seiring meningkatnya penggunaan ponsel pintar dan perangkat digital, pemanfaatan fintech pun meluas. Berbagai aplikasi kini membantu pengguna menetapkan tujuan keuangan, mengajukan hipotek, mengurus pajak, hingga melakukan aktivitas finansial lain. Di sisi lain, perusahaan di industri keuangan terus mencari cara memanfaatkan fintech untuk meningkatkan kemampuan operasional dan memperluas layanan bagi pelanggan.

Evolusi istilah fintech

Awalnya, istilah “fintech”—gabungan dari kata finance dan technology—digunakan bank untuk menyebut teknologi yang membantu pelacakan dan pengelolaan rekening nasabah. Namun dalam lima tahun terakhir, cakupannya bergeser dan semakin dekat dengan kebutuhan konsumen, termasuk aplikasi dan perangkat lunak untuk membuat anggaran, melacak pengeluaran, serta membeli dan menjual saham.

Saat ini, fintech dapat menggambarkan teknologi, layanan, maupun perusahaan di sektor keuangan yang mencakup beragam kemampuan, seperti perbankan ritel, edukasi keuangan, penggalangan dana, mata uang kripto, hingga manajemen investasi.

Di tengah arus digitalisasi yang juga terlihat pada berbagai sektor lain, lembaga keuangan mulai mengotomatisasi dan mendigitalkan proses yang sebelumnya manual. Kemampuan membuka rekening baru, melakukan transfer, serta membayar barang dan jasa secara online menjadi sebagian terobosan awal. Perkembangan berikutnya melahirkan bank digital atau neobank, yang menawarkan layanan perbankan sepenuhnya melalui kanal digital tanpa mengandalkan infrastruktur fisik.

Fintech juga disebut membantu memperluas akses perbankan ke komunitas yang secara tradisional kurang terlayani. Mengacu pada laporan Brookings Institution, lebih dari 90% konsumen Hispanik menggunakan fintech, bersama dengan 88% konsumen Afrika-Amerika, dan 79% konsumen Asia.

Selain itu, fintech berperan dalam mendorong pertumbuhan layanan 24/7, misalnya melalui pemanfaatan chatbot sebagai pengganti sebagian fungsi layanan pelanggan. Pendekatan ini dinilai dapat menekan biaya operasional sekaligus menjaga akses nasabah terhadap layanan dasar di luar jam operasional perbankan tradisional.

Manfaat fintech bagi konsumen

  • Akses keuangan yang lebih lancar: Fintech memungkinkan pengguna mengakses aset dan melakukan transaksi kapan pun, mulai dari transfer uang hingga pembelian mendadak.
  • Transaksi yang sangat aman: Seiring bertambahnya regulasi, aplikasi fintech dituntut memenuhi persyaratan keamanan. Selain mengurangi risiko kehilangan fisik kartu atau uang tunai, fintech juga menawarkan perlindungan keamanan siber. Salah satu contoh inovasi adalah blockchain yang menggunakan buku besar terdistribusi untuk memastikan validitas transaksi online yang kompleks dan multipihak.
  • Peningkatan akses ke kredit: Pinjaman digital berkembang pesat dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 16,7% menurut Allied Market Research. Solusi fintech menghubungkan peminjam dengan lebih banyak pemberi pinjaman secara digital, bahkan ada yang menawarkan kredit bagi individu dengan peringkat kredit buruk atau tanpa peringkat kredit.

Manfaat fintech bagi perusahaan

  • Proses bisnis lebih baik: Fintech membantu merampingkan proses melalui otomatisasi tugas-tugas rutin, serta meningkatkan transaksi dan investasi ketika pelanggan dapat mengakses akun 24/7 lewat aplikasi.
  • Mempercepat peluncuran produk: Lembaga yang telah berinvestasi di fintech lebih mudah merespons permintaan pasar. Banyak produk siap pakai tersedia dari ekosistem perusahaan rintisan fintech tanpa memerlukan infrastruktur tambahan.
  • Retensi pelanggan meningkat: Pemanfaatan fintech memungkinkan pengalaman digital yang lebih personal, sehingga meningkatkan peluang pelanggan tetap setia menggunakan layanan.

Bagaimana cara kerja fintech?

Secara umum, fintech hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh dan digunakan melalui ponsel pintar, tablet, atau PC. Meski jenisnya beragam, banyak aplikasi fintech bertumpu pada kombinasi teknologi berikut:

  • API: API yang dirancang khusus digunakan untuk menghubungkan rekening bank dan data keuangan sensitif secara aman. Fungsinya mencakup berbagi data keuangan, transfer dana, verifikasi, dan berbagai kebutuhan perbankan digital.
  • Aplikasi seluler: Menjadi pintu utama bagi pengguna untuk mengakses dana dan melakukan transaksi. Aplikasi harus aman sekaligus tetap cepat dan mudah digunakan.
  • Layanan berbasis web: Banyak layanan fintech juga menyediakan akses melalui peramban web agar pelanggan dapat masuk ke akun mereka secara online.

Jenis-jenis fintech

Produk dan layanan fintech umumnya dikelompokkan ke dalam lima kategori:

  • Bank digital: Digitalisasi layanan perbankan berdampak besar bagi konsumen dan bisnis, termasuk verifikasi pengguna yang lebih baik serta penerapan buku besar seperti blockchain untuk transaksi kompleks.
  • Pembayaran digital: Mendukung transaksi pembayaran digital dan seluler dengan menghubungkan rekening bank ke perangkat pelanggan secara aman. Di tingkat perusahaan, fintech juga membantu penggajian, pajak, akuntansi, dan lainnya.
  • Keuangan pribadi (PFM): Mencakup layanan penganggaran, menabung, dan perencanaan pensiun, termasuk edukasi keuangan dan alat bantu untuk mencapai tujuan finansial.
  • Investasi: Memungkinkan nasabah berdagang saham dari ponsel dan mengakses berbagai instrumen, termasuk ETF dan mata uang kripto.
  • Pinjaman: Proses pengajuan kredit yang dulunya membutuhkan tatap muka kini dapat dilakukan lewat ponsel, dengan keputusan yang dapat keluar dalam hitungan jam atau menit.

Fintech dan AI

Kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML) turut memengaruhi perkembangan fintech. Bagi pelanggan, aplikasi berbasis AI/ML dapat membantu membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas dan menunjukkan dampaknya terhadap tujuan keuangan jangka panjang. Di sisi perusahaan, AI digunakan untuk menganalisis data, mengotomatisasi tugas, dan meningkatkan pengambilan keputusan. Chatbot berbasis AI, termasuk ChatGPT, juga disebut membantu bank melayani kebutuhan dasar pelanggan sekaligus mengurangi biaya layanan pelanggan dan operasional cabang.

Regulasi dan tantangan

Karena mengelola informasi sensitif, industri keuangan termasuk yang paling ketat regulasinya. Di Amerika Serikat, Departemen Keuangan AS menilai fintech dapat menciptakan risiko baru bagi nasabah seiring bertambahnya layanan. Kekhawatiran utama yang mendorong regulasi adalah privasi data dan keamanan transaksi. Munculnya mata uang kripto seperti Bitcoin juga menambah perhatian regulator, mengingat banyak produk fintech baru berupaya meningkatkan minat pelanggan terhadap aset tersebut.

Contoh produk fintech yang umum

Ragam penggunaan fintech terus bertambah. Menurut Statista, terdapat lebih dari 13.000 perusahaan fintech di Amerika Utara pada Januari 2024, sekitar 1.500 lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Beberapa contoh produk yang banyak ditemui antara lain:

  • Aplikasi pembayaran digital: Misalnya layanan dari PayPal, Square, Venmo, serta penyedia lain seperti Zelle dan CashApp.
  • Aplikasi investasi pribadi: Seperti Robinhood, yang memungkinkan pengguna membeli dan memperdagangkan saham melalui ponsel.
  • Penasihat robo: Platform berbiaya relatif rendah yang menggunakan perangkat lunak dan algoritme untuk mengelola portofolio, memantau pasar, dan menyeimbangkan ulang investasi.
  • Aplikasi PFM: Seperti Mint dan You Need a Budget (YNAB) untuk membantu penganggaran, belanja, dan menabung.
  • Aplikasi pinjaman peer-to-peer (P2P): Memperluas akses pinjaman usaha kecil dari pemberi pinjaman di luar bank tradisional, misalnya LendingClub.

Dengan cakupan yang terus berkembang, fintech menjadi salah satu penggerak utama transformasi layanan keuangan menuju model yang lebih digital, cepat, dan terhubung.