BERITA TERKINI
Menkeu 11 Negara Peringatkan Konflik Timur Tengah Bisa Terus Tekan Pertumbuhan Global dan Dorong Inflasi

Menkeu 11 Negara Peringatkan Konflik Timur Tengah Bisa Terus Tekan Pertumbuhan Global dan Dorong Inflasi

Menteri keuangan dari 11 negara memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah diperkirakan akan terus menekan pertumbuhan ekonomi global, mendorong inflasi, dan mengganggu stabilitas pasar keuangan, bahkan apabila konflik tersebut dapat diselesaikan secara permanen.

Peringatan itu disampaikan dalam pernyataan bersama di sela pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington. Pernyataan tersebut dirilis oleh pemerintah Inggris pada Rabu (15/4).

Para menteri menilai risiko akan meningkat jika terjadi eskalasi kembali konflik, perluasan perang, atau gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz. Situasi itu dinilai dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan energi global, rantai pasok, serta stabilitas ekonomi dan keuangan internasional.

“Bahkan dengan penyelesaian konflik yang berkelanjutan, dampak terhadap pertumbuhan, inflasi, dan pasar akan tetap berlangsung,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pernyataan ini ditandatangani oleh menteri keuangan dari Britania Raya, Australia, Jepang, Swedia, Belanda, Finlandia, Spanyol, Norwegia, Irlandia, Polandia, dan Selandia Baru. Negara-negara tersebut menyoroti ketidakpastian geopolitik sebagai salah satu faktor utama yang membebani prospek ekonomi global.

Dalam pernyataan yang sama, para menteri menegaskan bahwa keterbatasan ruang fiskal di banyak negara membuat respons kebijakan perlu dilakukan secara hati-hati dan terarah, dengan fokus pada kelompok yang paling membutuhkan bantuan.

Mereka juga menyerukan agar negara-negara menghindari kebijakan proteksionis, termasuk pembatasan ekspor yang tidak diperlukan, penimbunan energi, serta hambatan perdagangan lain yang dapat memperburuk krisis pasokan, terutama untuk komoditas hidrokarbon.

Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian utama karena merupakan jalur pengiriman energi yang strategis, menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global. Ketidakpastian pasokan energi akibat konflik dinilai berpotensi terus memberi tekanan pada inflasi global.

Para menteri mengingatkan bahwa lonjakan harga energi dapat memengaruhi biaya produksi, transportasi, hingga konsumsi rumah tangga di berbagai negara. Dengan latar tersebut, mereka menekankan pentingnya koordinasi internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi global di tengah meningkatnya risiko geopolitik.