BERITA TERKINI
Menkop: Kopdes Merah Putih Dorong Praktik Ekonomi Berbasis Nilai Pancasila

Menkop: Kopdes Merah Putih Dorong Praktik Ekonomi Berbasis Nilai Pancasila

Malang, Jawa Timur — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih diharapkan mampu mengembalikan sistem dan praktik perekonomian Indonesia agar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Koperasi ini merupakan cara kami tentang bagaimana kembali ke sistem dan praktik perekonomian sesuai mahzab ekonomi Pancasila,” kata Ferry seusai menghadiri Dies Natalis ke-64 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Menurut Ferry, Kopdes/kel Merah Putih akan menjadi instrumen perjuangan untuk menggerakkan sistem ekonomi Pancasila. Ia juga menyadari upaya ini tidak dapat dijalankan oleh kementerian terkait saja, melainkan membutuhkan peran banyak pihak, termasuk perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Brawijaya disebut sebagai salah satu kampus yang akan digandeng.

Ferry menyampaikan pihaknya telah membicarakan mekanisme kerja sama yang akan dikolaborasikan bersama Universitas Brawijaya, termasuk penguatan skema bisnis Kopdes/kel Merah Putih.

“Kami akan bersama-sama turun untuk membangun desa melalui koperasi dan menciptakan desa mandiri, dimana uang yang di desa bisa berputar kembali,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan Ferry, rasio volume usaha koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2021 tercatat sebesar 1,07 persen. Angka tersebut diproyeksikan menjadi 1,20 persen pada 2029 dan meningkat menjadi 5 persen pada 2045.

Secara nasional, hingga 27 Oktober 2025 jumlah Kopdes/kel Merah Putih yang telah berbadan hukum mencapai 82.231 unit, atau sekitar 98 persen dari total 84.762 desa dan kelurahan.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo menilai program Kopdes/kel Merah Putih berpotensi mendorong pembangunan desa secara merata dengan memaksimalkan berbagai sumber daya yang tersedia, baik manusia maupun alam.

Widodo menyebut, jika ekonomi desa tumbuh, masyarakat—terutama kelompok usia muda—tidak perlu lagi mencari penghidupan layak di kota. Karena itu, ia menilai program ini bukan sekadar upaya menggaungkan kembali koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa, melainkan langkah strategis memajukan Indonesia melalui desa.

Ia juga menegaskan Universitas Brawijaya siap membantu pelaksanaan Kopdes/kel Merah Putih melalui penyelarasan program yang telah berjalan di kampus, seperti Dokter Mengabdi dan Mahasiswa Membangun Desa.

“Universitas Brawijaya yang selama ini memiliki konsentrasi, salah satunya pemberdayaan masyarakat desa. Ini menjadi pengejawantahan perguruan tinggi yang harus hadir di masyarakat,” kata Widodo.